ANAMBAS, Kepri.co.id – Masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir Kabupaten Kepulauan Anambas perlu mewaspadai potensi banjir rob pada 9-16 November 2026. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tarempa memprakirakan ketinggian pasang maksimum air laut dapat mencapai 1,9 meter selama periode tersebut.
Prakiraan itu disampaikan Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tarempa, Samuel Sutanto Sidauruk, STr, saat dikonfirmasi pada Rabu (4/11/2026). Ia menjelaskan, pasang maksimum tersebut berkaitan dengan fenomena astronomis fase bulan baru.
“Pasang maksimumnya terjadi pada tanggal 9 sampai 16 November di pesisir Anambas. Hal ini disebabkan adanya fenomena fase bulan baru,” jelas Samuel.
Menurutnya, fenomena astronomis tersebut memengaruhi kondisi pasang surut air laut. Kondisi ini juga berpotensi memicu banjir rob di sejumlah wilayah pesisir, termasuk kawasan pesisir Kabupaten Kepulauan Anambas.
Fase Bulan Baru Picu Pasang Maksimum
Fenomena fase bulan baru menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan ketinggian air laut. Dalam periode tersebut, BMKG memperkirakan pasang maksimum di wilayah pesisir Anambas mencapai 1,9 meter.
Samuel menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil prakiraan untuk periode 9-16 November 2026. Dengan demikian, masyarakat perlu memahami bahwa angka tersebut bukan ketinggian air laut yang sudah terjadi.
Selain itu, potensi banjir rob perlu menjadi perhatian masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir. Namun, dalam wawancara tersebut, BMKG belum merinci desa atau titik pesisir yang berpotensi mengalami dampak.
Jika dibandingkan dengan kejadian sebelumnya, prakiraan kali ini masih berada di bawah ketinggian pasang saat banjir rob yang terjadi sekitar Desember tahun lalu.
“Ketika peristiwa banjir rob kemarin, prediksi ketinggian pasang mencapai 2,2 meter. Bahkan, sekitar 2,2 sampai 2,3 meter,” ungkapnya.
Angka tersebut menjadi gambaran perbandingan kondisi pasang maksimum pada dua periode berbeda. Sementara itu, untuk 9-16 November mendatang, BMKG memperkirakan ketinggian pasang maksimum sebesar 1,9 meter.
Masyarakat Bisa Pantau Peringatan Dini BMKG
Selain menyampaikan prakiraan pasang maksimum, Samuel juga menjelaskan akses informasi resmi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. BMKG menyediakan informasi potensi banjir pesisir atau rob melalui situs resminya.
Masyarakat dapat membuka situs BMKG, kemudian memilih menu Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob). Melalui layanan tersebut, masyarakat bisa mengetahui informasi lokasi dan tanggal potensi banjir rob.
“Informasinya bisa diakses melalui web BMKG. Ada menu peringatan dini banjir pesisir atau rob. Lokasi dan tanggalnya juga bisa diketahui,” jelas Samuel.
Informasi tersebut dapat menjadi bahan pemantauan bagi masyarakat pesisir dalam menghadapi periode pasang maksimum. Terlebih, aktivitas warga di kawasan pantai dan lingkungan pesisir berkaitan langsung dengan kondisi pasang surut air laut.
BMKG memprakirakan periode 9-16 November 2026 sebagai waktu yang perlu mendapat perhatian. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG untuk mengetahui pembaruan peringatan dini banjir pesisir.








