Penulis: Suqyan Rahmat SH alias Abang Mat
Peminat Sejarah dan Penggiat Sosial
KEPULAUAN Riau (Kepri) adalah provinsi yang berdiri pada tahun 2004 dengan dasar hukum Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002, sebagai provinsi ke-32 di Indonesia. Sebelum menjadi provinsi, Kepulauan Riau adalah sebuah kabupaten yang tergabung dalam Provinsi Sumaetra Tengah dengan nama Kabupaten Kepulauan Riau dan pada tahun 1957 menjadi kabupaten dalam Provinsi Riau. Provinsi yang beribukota di Tanjungpinang ini, berasal dari wilayah Kesultanan Riau. Sejak berdiri sebagai provinsi, provinsi ini telah memiliki lima gubernur. Di sini saya akan mengajak pembaca mengenal lima politisi Melayu Kepulauan Riau secara singkat.
Pertama adalah Ansar Ahmad. Beliau adalah Gubernur Kepulauan Riau saat ini. Beliau lahir di Kijang dan besar di Tanjungpinang. Ansar Ahmad awalnya adalah seorang pegawai negeri di Kabupaten Kepulauan Riau. Pada tahun 2001 beliau diajak Huzrin Hood untuk berpasangan dalam pemilihan Bupati Kepulauan Riau dan beliau terpilih sebagai Wakil Bupati. Beliau menjalani jabatan Wakil Bupati sampai tahun 2003, dan sejak tahun 2003 menjabat sebagai Bupati, dengan status sebagai pelaksana tugas. Kemudian, selama dua periode, beliau menjabat Bupati Bintan dari tahun 2005 sampai 2015. Beliau juga pernah menjadi anggota DPR RI dari Provinsi Kepulauan Riau.
Kedua adalah Muhamad Rudi. Beliau adalah mantan Walikota Batam. Beliau lahir dan besar di Tanjungpinang. Beliau lama berkiprah sebagai polisi di Batam. Sejak tahun 2004, beliau memutuskan menjadi pengusaha dan menjadi anggota DPRD Kota Batam pada tahun 2009. Pada tahun 2011 beliau diajak Ahmad Dahlan berpasangan menjadi kepala daerah Kota Batam dan beliau terpilih. Selama satu periode beliau menjabat Wakil Walikota Batam. Setelah jabatan Ahmad Dahlan selesai, beliau melanjutkan kepemimpinan tertinggi di Batam selama dua periode, sejak 2016 sampai 2024. Di tahun 2019 beliau juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Badan Penguahaan (BP) Batam. Di masa pemerintahannya, Batam mengalami pembangunan yang pesat, terutama jalan raya.
Ketiga, Randi Zulmariadi. Beliau adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Provinsi Kepulauan Riau. Beliau lahir dan besar di Batam. Menamatkan pendidikan SMA di Smansa dan pendidikan universitasnya di UII Yogyakarta. Sebelum menjadi politisi, Randi adalah seorang manajer di PT Batamindo Investment Cakrawala. Beliau giat berkiprah dalam perkumpulan kepemudaan di Batam. Saat ini selain menjalani pekerjaannya sebagai anggota DPR RI yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau, beliau juga adalah ketua partai NasDem Kota Batam. Beliau dikenal sebagai pribadi yang ramah, cerdas, dan membumi. Beliau diperkirakan menjadi pemimpin masa depan Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.
Keempat, Ria Saptarika. Beliau adalah seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau. Beliau lahir dan besar di Tembilahan. Sejak muda beliau telah menjalani masa mudanya di Batam. Sebelum berpolitik, beliau adalah seorang insinyur di PT Thomson Multimedia Asia. Beliau dikenal luas masyarakat sejak menjadi anggota DPRD provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2004 sampai 2006. Pada tahun 2006 beliau terpilih mendampingi Ahmad Dahlan menjadi Wakil Walikota Batam sampai tahun 2011. Saat ini beliau sedang menjalani periode ketiganya sebagai anggota DPD RI. Beliau juga pernah menjabat sebagai anggota dewan kehormatan di Lembaga Adat Melayu Kota Batam.
Kelima, adalah Khazalik. Beliau lahir di Tarempa dan menamatkan pendidikan SMA di Tanjungpinang. Sama dengan Ansar Ahmad, beliau awalnya berkiprah sebagai pegawai negeri di lingkungan Kabupaten Kepulauan Riau. Sejak tahun 2010 beliau diajak Ansar Ahmad untuk berpasangan memimpin Kabupaten Bintan sampai tahun 2015. Sejak tahun 2019 beliau menjabat sebagai anggota DPRD di Provinsi Kepulauan Riau dan saat ini sedang menjalani periode keduanya, mewakili daerah pemilihan Bintan dan Lingga. Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau lainnya yang berasal dari kalangan suku Melayu pada periode ini di antaranya adalah Tengku Afrizal Dahlan, Dewi Kumalasari, dan Mustamin Bakri.
Demikianlah lima politisi Melayu dari Provinsi Kepulauan Riau. Dengan kiprah mereka diharapkan menjadi penyemangat bagi generasi muda suku Melayu di Kepulauan Riau, untuk terlibat dalam perpolitikan Provinsi Kepulauan Riau. Meneruskan kinerja-kinerja yang telah dirintis pendahulu mereka demi menjayakan provinsi. Dan untuk kelima tokoh yang saya tulis disini, semoga kiprah mereka di jabatan masing-masing membawa banyak manfaat kepada masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. ***
___
Penulis adalah alumni Universitas Islam Indonesia, tinggal di Batam.
*) Semua isi opini ini tanggung jawab penulis, bukan sikap redaksi.








