KARIMUN, Kepri.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Ing H Iskandarsyah kembali menunjukkan komitmen nyata dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui program pembagian seragam sekolah gratis, yang ditujukan bagi ribuan siswa baru di tingkat Sekolah Dasar (SD).
Dalam kunjungan kerjanya, Bupati Iskandarsyah menyerahkan langsung bantuan seragam tersebut secara simbolis kepada para siswa kelas satu SD. Penyerahan dilakukan di dua titik, yakni di SD 002 Meral Barat kepada 93 siswa dan di SD Negeri 010 Meral kepada 55 siswa.

Pemkab Karimun menargetkan distribusi bantuan yang masif pada tahun ini, dengan rincian total 4.224 pasang seragam nasional dan 4.224 pasang seragam pramuka bagi para pelajar yang membutuhkan.
Di sela-sela kegiatan kunjungannya, Bupati Iskandarsyah menyampaikan, program ini wujud nyata kehadiran pemerintah daerah mendukung pendidikan anak-anak, sekaligus menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat.
“Kegiatan kita hari ini, simbolisasi dan bentuk kecintaan kita kepada dunia pendidikan. Kita mendorong dan mendukung semuanya, terutama di antara anak-anak ini mungkin ada dari keluarga atau orang tua yang kurang mampu. Kita dorong semuanya, agar beban orang tua dapat teringankan,” ujar Bupati Iskandarsyah.
Lebih lanjut, Bupati Iskandarsyah menekankan, bantuan seragam ini tidak hanya sekadar pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga merupakan langkah strategis daerah dalam memompa motivasi belajar siswa, agar selaras dengan visi besar bangsa Indonesia.

“Biar mereka semangat. Ini juga bagian dari upaya kita memotivasi anak-anak, yang mana ini merupakan target dari Bapak Presiden kita, mewujudkan generasi Indonesia Emas pada tahun 2045 yang akan datang. Semua itu bisa tercapai, dan kita dorong dari sekarang,” tegasnya.
Melalui program pembagian seragam gratis ini, Bupati Iskandarsyah berharap, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak di Kabupaten Karimun tidak bersemangat pergi ke sekolah.
Pemkab Karimun akan terus berupaya, memastikan pemerataan akses dan kualitas pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (enl)
BERITA TERKAIT:









