Tarung Derajat Anambas Sumbang 1 Emas dan 2 Perunggu, Pelatih Soroti Keterbatasan Fasilitas

ANAMBAS, Kepri.co.id – Kontingen Tarung Derajat Kabupaten Kepulauan Anambas berhasil menorehkan prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau VI di Tanjungpinang. Cabang olahraga ini menyumbangkan 1 medali emas dan 2 medali perunggu bagi kontingen Anambas.

Medali emas diraih Rinawati pada kelas 62-66 kilogram. Sementara itu, dua medali perunggu masing-masing disumbangkan Tommy Hamdan pada kelas 75-80 kilogram dan Riko Sutrisno pada kelas 55-58 kilogram.

Pelatih Tarung Derajat Anambas, Putut Agus Singgih, membenarkan capaian tersebut. Menurutnya, ketiga atlet berhasil melewati tahapan pertandingan hingga mengamankan medali untuk daerah.

Dukungan Pembinaan dan Motivasi Atlet

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak terhadap perjuangan atlet. Salah satunya datang dari Ketua Umum Tarung Derajat Kabupaten Kepulauan Anambas, Jemi Permana.

Dalam kegiatan doa selamat sekaligus pelepasan atlet di Anambas, Jemi menyampaikan sambutan motivasi kepada para atlet. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyatakan komitmennya memberikan reward berupa uang tunai bagi atlet yang berhasil menyumbangkan medali.

Dukungan itu menjadi salah satu bentuk motivasi bagi atlet sebelum berangkat mengikuti kompetisi di Tanjungpinang. Selain memberikan semangat, komitmen tersebut juga menunjukkan perhatian pengurus cabang olahraga terhadap pencapaian atlet.

Kontingen Tarung Derajat Anambas sendiri memberangkatkan 11 orang. Rombongan tersebut terdiri dari 9 atlet, 1 pelatih, dan 1 ofisial. Adapun komposisi atlet terdiri dari 5 laki-laki dan 4 perempuan.

Namun, di balik capaian prestasi tersebut, Putut mengakui pembinaan Tarung Derajat di Anambas masih menghadapi persoalan sarana dan prasarana latihan.

Prestasi di Tengah Keterbatasan Fasilitas

Selama ini, para atlet menjalani latihan di SD 02 karena belum memiliki tempat latihan khusus yang memadai. Kondisi perlengkapan juga menjadi kendala dalam menunjang proses pembinaan.

Menurut Putut, sejumlah peralatan latihan sudah mengalami kerusakan. Kondisi tersebut mencakup handbox hingga punching bag yang sudah bolong dan pecah. Bahkan, Tarung Derajat Anambas belum memiliki matras latihan sendiri.

“Kita berharap, mudah-mudahan dengan Anambas mendapat emas ini, pemerintah atau KONI bisa memperhatikan segi peralatan Tarung Derajat, seperti matras, handbox, punching bag,” kata Putut.

Ia menilai kebutuhan fasilitas menjadi perhatian penting karena minat anak-anak untuk mengikuti olahraga Tarung Derajat terus berkembang. Saat ini, semakin banyak siswa dan petarung baru yang bergabung dalam kegiatan latihan.

Karena itu, Putut berharap pemerintah daerah bersama KONI Kabupaten Kepulauan Anambas memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan cabang olahraga tersebut.

“Saya harap pemerintah melalui KONI lebih memperhatikan cabor kami. Banyak anak-anak kita, apalagi petarung-petarung baru, yang sudah gabung di Tarung Derajat,” ujarnya.

Menurut Putut, potensi atlet yang ada perlu mendapat dukungan pembinaan secara berkelanjutan. Dengan fasilitas latihan dan perlengkapan yang lebih layak, Tarung Derajat Anambas diharapkan mampu mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan perolehan medali pada kejuaraan mendatang.

Sementara itu, untuk Porprov berikutnya, Putut menyebut pihaknya masih menunggu informasi resmi dari provinsi. Ia memperkirakan Porprov selanjutnya berlangsung pada 2030 di Batam.