BRUSSEL (Kepri.co.id – Xinhua) – Kepala perdagangan Uni Eropa (UE) mendesak Amerika Serikat (AS) untuk segera menerapkan kembali tingkat tarif yang telah disepakati dalam perjanjian perdagangan UE-AS pada tahun lalu, ungkap Komisi Eropa pada Selasa (5/5/2026).
Komisi tersebut menambahkan, akan “bermanfaat” jika ketentuan-ketentuan utama dari perjanjian tersebut diberlakukan menjelang peringatan satu tahunnya pada Juli mendatang.
Pada hari yang sama, Komisaris Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Maros Sefcovic menggelar pertemuan dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer di Paris, Prancis. Kekhawatiran utama UE tetaplah ancaman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk menaikkan tarif bagi mobil dan truk asal UE menjadi 25 persen, menurut Sefcovic.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada Selasa (5/5/2026) menyampaikan, jika tarif AS sebesar 25 persen diterapkan terhadap mobil-mobil asal UE, blok itu harus “mengaktifkan” instrumen antikoersi, seraya mengecam hal yang dia gambarkan sebagai “ancaman destabilisasi” tersebut, menurut saluran berita Prancis BFM TV.
“Perjanjian yang telah ditandatangani harus dihormati,” tutur Macron, sembari menambahkan, jika ada negara yang diancam dengan penerapan tarif, UE telah membekali diri dengan instrumen-instrumen yang perlu diaktifkan.
Berdasarkan perjanjian perdagangan UE-AS yang dicapai pada Juli 2025 lalu, UE akan menangguhkan tarif terhadap seluruh produk industri AS, dan memberlakukan kuota tingkat tarif untuk berbagai macam produk pertanian dan pangan AS yang memasuki pasar UE. Sebagai imbalannya, AS akan memberlakukan tarif impor sebesar 15 persen untuk sebagian besar barang asal UE. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Tarif Impor Berpotensi Picu Masalah bagi Konsumsi Kopi Harian Warga Amerika







