TANJUNGPINANG (Kepri.co.id) – Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAI MU) Tanjungpinang, menjadi tuan rumah focus group discussion (FGD) bersama Anggota DPD RI, Ismeth Abdullah, pada Selasa (14/10/2025).
Acara ini menjadi bagian dari agenda reses Ismeth ke daerah pemilihannya, dan membuka ruang dialog produktif antara dunia akademik dan wakil rakyat.
Kegiatan yang berlangsung di kampus IAI MU Km 11 Tanjungpinang ini, dihadiri para dosen, guru, dan civitas akademika. Mereka menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan nyata yang dihadapi dalam dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi swasta.
Soroti Tantangan Kampus Swasta
Salah satu isu yang mengemuka, menurunnya minat calon mahasiswa ke universitas swasta.
Hal ini disebabkan, daya saing yang tinggi dengan kampus negeri, serta minimnya dukungan dari pemerintah, baik dalam bentuk anggaran maupun program strategis peningkatan kualitas.
Para peserta FGD juga menyuarakan perlunya bantuan fasilitas dan infrastruktur kampus yang lebih memadai, agar kegiatan belajar-mengajar bisa berjalan lebih optimal.
Ismeth Abdullah: DPD RI Siap jadi Jembatan Aspirasi
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ismeth Abdullah menegaskan, DPD RI berperan sebagai penghubung antara rakyat dan pemerintah, baik pusat maupun daerah.
“Setiap aspirasi yang disampaikan, akan kami bawa ke rapat Komite I DPD RI, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan pusat. Sementara untuk isu daerah, kami akan langsung berkoordinasi dengan Gubernur atau Walikota,” ujar Ismeth.
Ia juga mengingatkan, pentingnya kolaborasi aktif antara lembaga pendidikan dan pemerintah, untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang adil dan merata.
Rektor IAI MU: Ini Momentum Membangun Kemitraan
Rektor IAI MU Tanjungpinang, Dra Hj Mardiah MM, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Ismeth Abdullah dan istri, Aida Ismeth.
“Ini sebuah kehormatan bagi kami. Semoga pertemuan ini, menjadi awal kemitraan yang lebih kuat antara kampus, pemerintah, dan wakil rakyat untuk kemajuan pendidikan di Kepri,” ujar Mardiah.
Harapan ke Depan
FGD ini menunjukkan pentingnya ruang dialog, antara pemangku kepentingan pendidikan dan pengambil kebijakan.
Diharapkan, pertemuan seperti ini bisa menjadi agenda rutin, agar tantangan pendidikan—khususnya di daerah—dapat segera diatasi dengan solusi konkret. (zek/dev)
BERITA TERKAIT:
Ismeth Abdullah Serap Aspirasi Warga Kampung Kenanga: Banjir jadi Sorotan Utama
11 Balon Anggota DPD RI Dapil Kepri Memenuhi Syarat







