Rute Pelayaran Baru Batam – Yangpu China, Suntikkan Momentum Baru bagi Hubungan Perdagangan China-Indonesia

Rute Pelayaran Baru Batam - Yangpu China, Suntikkan Momentum Baru bagi Hubungan Perdagangan China-Indonesia
Foto yang diabadikan pada 21 Agustus 2025 ini, menunjukkan kapal kontainer perdana dari rute pelayaran langsung baru yang dioperasikan oleh COSCO China, berlayar dari Pelabuhan Batam menuju Pelabuhan Yangpu di Provinsi Hainan, China selatan. (F. Xinhua/Cen Yunpeng)

BATAM (Kepri.co.id – Xinhua) – Diiringi bunyi peluit kapal, sebuah kapal kontainer perlahan bergerak meninggalkan Pelabuhan Batam di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Perjalanan ini menandai pelayaran perdana dalam rute pengiriman langsung baru yang dioperasikan oleh raksasa pelayaran China, COSCO, dari Batam ke Pelabuhan Yangpu di provinsi pulau Hainan, China selatan, memperkuat konektivitas maritim antara China dan Asia Tenggara.

“Suatu kehormatan besar bagi saya berada di Batam hari ini, kota yang penuh vitalitas dan peluang, untuk menyaksikan peluncuran layanan langsung baru ini,” kata Wang Wei, Direktur Pelaksana COSCO Shipping Lines Indonesia, dalam upacara peluncuran pada Kamis (21/8/2025).

Dia mengatakan, rute baru yang menghubungkan Batam dan Yangpu menandai langkah penting dalam memperkuat konektivitas regional. “Pelayaran langsung akan memperpendek waktu transit, mengurangi biaya logistik, dan memberikan kenyamanan nyata bagi perdagangan antara China, Indonesia, dan kawasan yang lebih luas,” katanya.

Rute Pelayaran Baru Batam - Yangpu China, Suntikkan Momentum Baru bagi Hubungan Perdagangan China-Indonesia
Foto yang diabadikan pada 21 Agustus 2025 ini, menunjukkan kapal kontainer perdana tengah melakukan aktivitas bongkar muat di terminal Pelabuhan Batam, saat pelayaran perdana rute langsung baru yang dioperasikan oleh raksasa pelayaran China, COSCO, dari Batam menuju Pelabuhan Yangpu di Provinsi Hainan, China selatan. (F. Xinhua/Cen Yunpeng)

Terletak di persimpangan antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia, Batam berada di pusat “segitiga pertumbuhan” kerja sama trilateral. Sebagai salah satu zona pengembangan industri pertama di Indonesia, Batam, bersama dua pulau tetangganya, membentuk zona perdagangan bebas pada 2009, menjadi jendela penting bagi keterbukaan negara ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Batam mengalami pertumbuhan pesat dalam sejumlah industri seperti elektronik, pembuatan kapal, fotovoltaik, serta manufaktur peralatan minyak dan gas, menarik investasi asing yang semakin meningkat. Throughput kontainer di Pelabuhan Batam mencapai sekitar 670.000 TEU (twenty-foot equivalent unit) pada 2024.

“Dahulu, Pelabuhan Batam secara umum bergantung pada peralatan dasar seperti truk derek. Kini, pelabuhan tersebut telah disempurnakan menjadi terminal kontainer berstandar internasional dengan derek kapal-ke-daratan, derek gantry, dan straddle carrier,” kata Djoko Prasetyo, Direktur Utama Persero Batam yang mengelola pelabuhan.

“Selain itu, layanan langsung menghemat biaya dan waktu, sekaligus mendongkrak industri lokal,” tambahnya.

Peluncuran ini juga membuka peluang baru bagi Ecogreen Oleochemicals, produsen alkohol lemak alami terkemuka di dunia, di Batam, yang produknya diekspor ke seluruh dunia.

Rute Pelayaran Baru Batam - Yangpu China, Suntikkan Momentum Baru bagi Hubungan Perdagangan China-Indonesia
Foto yang diabadikan pada 21 Agustus 2025 ini, menunjukkan para tamu menghadiri upacara peluncuran rute pelayaran langsung baru yang dioperasikan oleh COSCO China, dari Pelabuhan Batam menuju Pelabuhan Yangpu di Provinsi Hainan, China selatan. (F. Xinhua/Cen Yunpeng)

“Rute langsung ini secara signifikan memangkas biaya dan meningkatkan efisiensi. China adalah salah satu pasar utama kami, dan layanan baru ini memperkuat daya saing kami di sana,” kata Herny Lim, manajer pusat distribusi perusahaan tersebut.

Menurut Wang, rute ini akan beroperasi dengan jadwal tetap yang menghubungkan Batam, Yangpu, dan Kota Kinabalu di Malaysia. Dari Yangpu, rute ini akan terhubung dengan layanan utama menuju Amerika Utara dan Selatan, menciptakan jalur cepat dari Indonesia ke Amerika.

“Layanan baru ini tidak hanya membangun jembatan untuk perdagangan China-Indonesia, tetapi juga memperkuat konektivitas ASEAN-China. Ini benar-benar peluang yang saling menguntungkan,” kata Wang.

Kerja sama ekonomi antara China dan Indonesia terus diperdalam selama beberapa tahun terakhir. China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dan salah satu sumber investasi asing utamanya. Kerja sama bilateral terus berkembang di sektor-sektor seperti energi baru, manufaktur, dan ekonomi digital.

Pada upacara peluncuran, pejabat pemerintah daerah, mitra pelabuhan, dan perwakilan perusahaan China dan Indonesia berkumpul menyaksikan pembukaan. Para peserta sepakat, peluncuran ini tidak hanya mewakili jalur logistik baru, tetapi juga melambangkan babak baru dalam kerja sama antara kedua negara. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Terobosan Baru, Rute Langsung Kapal Kargo Batam – China

Kargo MV SITC Layani Batam – China, Rudi: Berdampak Ekspor dan Impor Barang

Batam Hebat, Ekspor Perdana Kepiting Bakau ke China

Hang Nadim Buka Rute Internasional Batam-China dengan Citilink

Perusahaan He Qing China, Survei Pasar Mobil Listrik Batam

Menteri BKPM Rakor di Batam, Bahas Investasi Xinyi Group Asal China di Rempang

Pabrik Hilirisasi Timah Resmi Beroperasi di Batam, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Terima Kunjungan Calon Investor Tiongkok, BP Batam Siap Berikan Layanan Terbaik