Menlu Penny Wong: Keputusan Israel Cabut Visa Utusan Diplomatik Australia di Palestina Tak Dapat Dibenarkan

Menlu Penny Wong: Keputusan Israel Cabut Visa Utusan Diplomatik Australia di Palestina Tak Dapat Dibenarkan
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong menyampaikan pidato di depan para pendukung setelah Partai Buruh memenangi pemilu federal Australia di Sydney, Australia, pada 3 Mei 2025. (F. Xinhua/Ma Ping)

CANBERRA (Kepri.co.id – Xinhua) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia pada Selasa (19/8/2025) mengatakan, keputusan Israel mencabut visa perwakilan diplomatik Australia di Otoritas Palestina “tidak dapat dibenarkan.”

Dalam unggahannya di platform media sosial X pada Senin (18/8/2025) malam, Menlu Israel Gideon Sa’ar mengatakan, dirinya telah membatalkan visa perwakilan diplomatik Australia untuk Otoritas Palestina dan menginstruksikan Kedutaan Besar Israel di Canberra, agar memeriksa dengan cermat setiap permohonan visa resmi warga Australia untuk memasuki Israel.

Menanggapi hal itu, Menlu Australia, Penny Wong pada Selasa (19/8/2025) pagi mengatakan di dalam pernyataannya, langkah Israel tersebut “reaksi yang tidak dapat dibenarkan” usai keputusan Australia untuk mengakui Negara Palestina.

“Di saat dialog dan diplomasi lebih dibutuhkan daripada sebelumnya, pemerintahan Netanyahu justru mengisolasi Israel dan melemahkan upaya internasional, menuju perdamaian dan solusi dua negara,” ujar Wong.

Sa’ar menjelaskan keputusan pencabutan visa itu, diambil setelah Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengumumkan sebelumnya pada Agustus 2025 bahwa Australia akan secara resmi mengakui Negara Palestina pada sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) September 2025 mendatang.

Menlu Israel itu juga menyinggung, soal keputusan pemerintah Australia pada Senin (18/8/2025) tersebut yang menolak kedatangan politisi sayap kanan Israel, Simcha Rothman beberapa hari sebelum dia dijadwalkan tiba di Australia untuk tur pidato.

Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke pada Senin (18/8/2025) yang sama mengeklaim, pemerintah Australia mengambil “tindakan keras” terhadap pihak-pihak yang berusaha memasuki negara tersebut, demi menyebarkan perpecahan.

“Jika Anda datang ke Australia untuk menyebarkan pesan kebencian dan perpecahan, kami tidak menginginkan Anda di sini,” kata Burke.

Burke mengatakanm keputusan tersebut melarang Rothman memasuki Australia selama tiga tahun. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

PM Australia Sebut Netanyahu Sengaja “Pungkiri” Penderitaan Warga Gaza

Setelah Australia, Kini Uni Emirat Arab Utarakan Minat Kemitraan Strategis dengan Batam

Australia Bidik Batam untuk Perluasan Investasi, Dubes Bawa Business Champion Identifikasi Peluang Baru

PM Australia Lihat “Peluang” dengan Mitra-mitra Regional Asia Usai Penerapan Tarif AS

PM Australia Sambut Baik Pembebasan Pendiri WikiLeaks Julian Assange

PT Thiess Australia Ekspansi di Batam

PM China Tiba di Australia untuk Kunjungan Resmi