Israel Kerahkan Pasukan di Suriah Selatan dengan Serangan Udara Intens, Picu Kecaman Luas

Israel Kerahkan Pasukan di Suriah Selatan dengan Serangan Udara Intens, Picu Kecaman Luas
Asap membubung dari Gunung Qasioun pascaserangan udara Israel di Damaskus, Suriah, Sabtu (3/5/2025). Aktivitas udara Israel kian meningkat di seluruh Suriah pada Jumat (2/5/2025). Menurut media Suriah dan sebuah kelompok pemantau, serangan pesawat tempur dilaporkan terjadi di Damaskus serta sejumlah provinsi di Suriah bagian tengah dan barat. Aktivitas drone juga terlihat di beberapa wilayah. (F. Xinhua/Monsef Memari)

YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Militer Israel pada Sabtu (3/5/2025) mengonfirmasi, pihaknya telah mengerahkan pasukan di Suriah selatan untuk mencegah masuknya “pasukan musuh” ke daerah-daerah yang mayoritas dihuni kelompok Druze, menyusul eskalasi yang signifikan di wilayah tersebut.

Pada Jumat (2/5/2025) malam waktu setempat, pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan apa yang digambarkan sebagai “serangan udara terbesar” terhadap Suriah tahun 2025 ini, dengan target lebih dari 20 lokasi di enam provinsi. Operasi itu memicu ketegangan regional dan menuai kecaman luas.

Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/ IDF) melaporkan, 12 jet tempur terlibat dalam serangan udara tersebut, menargetkan infrastruktur utama, termasuk meriam anti-pesawat dan peluncur rudal darat-ke-udara (surface-to-air). IDF menegaskan komitmennya, “mengenyahkan setiap ancaman di daerah tersebut” dan menyatakan, operasi akan terus berlanjut dengan fokus menjaga keamanan Israel.

Israel Kerahkan Pasukan di Suriah Selatan dengan Serangan Udara Intens, Picu Kecaman Luas
Asap membubung dari Gunung Qasioun pascaserangan udara Israel di Damaskus, Suriah, Sabtu (3/5/2025). Aktivitas udara Israel kian meningkat di seluruh Suriah pada Jumat (2/5/2025). Menurut media Suriah dan sebuah kelompok pemantau, serangan pesawat tempur dilaporkan terjadi di Damaskus serta sejumlah provinsi di Suriah bagian tengah dan barat. Aktivitas drone juga terlihat di beberapa wilayah. (F. Xinhua/Monsef Memari)

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights) menyebut, aksi pengeboman itu sebagai serangan paling intens sepanjang tahun ini, dengan serangan-serangan yang menghantam berbagai lokasi, seperti Gunung Qasioun, Barzeh, dan Harasta di daerah pedesaan Damaskus.

Organisasi pemantau hak asasi Suriah itu melaporkan, puluhan orang terluka, meskipun jumlah korban masih belum jelas.

Dalam perkembangan lainnya, sebuah helikopter Angkatan Udara Israel mengirimkan bantuan ke Provinsi Suwayda yang mayoritas dihuni kelompok Druze di Suriah selatan.

Menurut lembaga penyiaran milik negara Israel, Kan TV, pengiriman bantuan tersebut telah disetujui pimpinan politik Israel, dan 15 orang Druze Suriah dievakuasi ke Israel, guna mendapatkan perawatan medis dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah Israel mengeklaim, komunitas Druze di Suriah meminta bantuan di tengah bentrokan yang sedang berlangsung dengan pasukan pro-pemerintah Suriah, yang dilaporkan telah mengakibatkan lebih dari 100 orang tewas.

Terlepas dari klaim Israel bahwa pihaknya melindungi kelompok Druze di Suriah, Pemimpin Druze Lebanon, Walid Jumblatt, menyerukan, agar masyarakat menolak “campur tangan Israel” dalam urusan dalam negeri Suriah.

“Melindungi saudara-saudara (Druze) di Suriah, berarti menolak campur tangan Israel,” ujar Jumblatt setelah bertemu dengan tokoh-tokoh Druze di Beirut untuk mendiskusikan kekerasan sektarian.

Serangan-serangan udara Israel tersebut, segera menuai kecaman dari beberapa badan internasional. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengutuk serangan udara Israel itu, terutama yang terjadi di dekat istana kepresidenan Suriah di Damaskus.

Dia mendesak Israel, menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Suriah. “Sangat penting agar serangan-serangan ini dihentikan, dan Israel harus menghormati kedaulatan, persatuan, integritas teritorial, dan kemerdekaan Suriah,” ujar Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric. Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, juga menyerukan penghentian serangan-serangan Israel dengan segera.

Asap membubung pascaserangan udara Israel di Damaskus, Suriah, Sabtu (3/5/2025). Aktivitas udara Israel kian meningkat di seluruh Suriah pada Jumat (2/5/2025). Menurut media Suriah dan sebuah kelompok pemantau, serangan pesawat tempur dilaporkan terjadi di Damaskus, serta sejumlah provinsi di Suriah bagian tengah dan barat. Aktivitas drone juga terlihat di beberapa wilayah. (F. Xinhua/Hummam Sheikh Ali)

Pada Jumat (2/5/2025), Arab Saudi mengutuk serangan udara yang menargetkan area di sekitar istana kepresidenan di Damaskus, dan menyatakan kembali “penolakan tegasnya terhadap serangan Israel” yang melanggar kedaulatan, keamanan, dan stabilitas Suriah.

Liga Arab mengutuk serangan udara tersebut. Organisasi itu juga menyerukan kepada komunitas internasional dan PBB, agar melawan apa yang digambarkannya sebagai “pelanggaran berulang kali yang dilakukan Israel terhadap negara Suriah.”

Kementerian Luar Negeri Irak juga menyatakan “penolakan tegas” terhadap tindakan Israel, seraya menekankan bahwa serangan semacam itu mengancam keamanan dan stabilitas Suriah.

Pada Sabtu (3/5/2025), Esmaeil Baghaei, selaku juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengutuk serangan Israel tersebut “dengan sangat keras,” seraya menuduh Israel berusaha “menghancurkan kemampuan pertahanan, ekonomi, dan infrastruktur Suriah” demi mengejar ambisi regionalnya yang lebih luas.

Baghaei menyerukan “tindakan segera dan efektif dari komunitas internasional,” untuk menghentikan “agresi” Israel terhadap Suriah. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT: 

Keluarga Pengungsi Ceritakan Momen-momen Mencekam Serangan Israel di Pedesaan Suriah Selatan

Liga Arab, Irak, dan Mesir Kompak Suarakan Keprihatinan atas Situasi Keamanan di Suriah

Delegasi Rusia Tiba di Damaskus, Tegaskan Komitmen terhadap Integritas Teritorial Suriah

Surat dari Timur Tengah: Hidup dalam Realitas Baru dan Asing di Suriah

Sekjen PBB Desak Israel Hentikan Pelanggaran Kedaulatan dan Integritas Teritorial Suriah

Surat dari Timur Tengah: Rasa Takut, Kelegaan, dan Impian: Pengakuan Saksi Mata Terkait Gejolak di Suriah

Menilik Situasi di Perbatasan Suriah Pascakejatuhan Assad

Jet Tempur Israel Serang Situs-situs Militer di Damaskus, Suriah

Lebanon Terima Bantuan dari China, Inggris, dan Suriah di Tengah Eskalasi Konflik Israel-Hizbullah

Netanyahu dan Trump akan Langsungkan Pertemuan di Gedung Putih

Menlu Turki dan Rusia Bahas Konflik Ukraina dan Pelayaran di Laut Hitam