Tumbuh 5,02% (YoY) di 2024, BI Optimis Ekonomi Kepri Tetap Kuat di 2025

Tumbuh 5,02% (YoY) di 2024, BI Optimis Ekonomi Kepri Tetap Kuat di 2025
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto P (dua kanan) didampingi stafnya Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA), Adik Afrinaldi dan Kepala Perumusan KEKDA, Sudarta menyampaikan Outlook Ekonomi Kepri 2025 dikemas dalam Bincang Bareng Media di lantai 2 Kantor BI Perwakilan Kepri di Kota Batam, Kamis (20/2/2025). (F. Rud)

BATAM (Kepri.co.id) – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan IV 2024 tumbuh sebesar 5,14% (year on year/ yoy), masih berdaya tahan di tengah ketidakpastian global.

Capaian tersebut menguat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,02% (yoy). Secara kumulatif, perekonomian Kepri hingga triwulan IV 2024 tercatat tumbuh 5,02% (ctc) atau merupakan tertinggi ketiga se-Sumatera.

Baca Juga: Ekonomi Kepri Melonjak: Tumbuh 6,94% di Triwulan IV-2024, Peringkat Tiga Nasional Q to Q

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rony Widijarto P, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kepri terutama didorong empat lapangan usaha (LU) yakni LU industri pengolahan, LU perdagangan besar dan eceran, LU pertambangan dan penggalian, serta LU konstruksi yang masing-masing tumbuh sebesar 6,64% (yoy); 10,66% (yoy); 7,43% (yoy); dan 1 (yoy), dengan andil masing-masing sebesar 2,73%, 0,82%, 0,74%, dan 0,21%.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Kepri pada Januari 2025, mencatatkan inflasi sebesar 0,43% (mtm).

Baca Juga: BPS Rilis Ekonomi Kepri Tahun 2023 Tumbuh 5,20 Persen

“Secara spasial, Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,87% (mtm) atau 2,54% (yoy). Kota Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar 1,57% (mtm) atau deflasi 0,44% (yoy). Kabupaten Karimun mengalami deflasi sebesar 0,72% (mtm) atau inflasi 0,71% (yoy),” ujar Rony pada penyampaian Outlook Ekonomi Kepri 2025 yang dikemas dalam Bincang Bareng Media di lantai 2 Kantor BI Perwakilan Kepri di Kota Batam, Kamis (20/2/2025.

Dalam penyampaian Outlook Ekonomi Kepri 2025 tersebut, Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto P didampingi stafnya Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA), Adik Afrinaldi dan Kepala Perumusan KEKDA, Sudarta.

Baca Juga: Ekonomi Kepri Tumbuh 6,51 Persen Tertinggi se-Sumatera

Secara tahunan, lanjut Rony, IHK di Provinsi Kepri mencatatkan inflasi sebesar 2,01% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi IHK Kepri Desember 2024 sebesar 2,09% (yoy).

Inflasi yang tetap terjaga tersebut sejalan dengan konsistensi kebijakan moneter serta sinergi kuat pengendalian inflasi baik di Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) maupun di Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Baca Juga: Rudi Optimis Jadikan Batam dan Kepri Lokomotif Ekonomi Nasional

”MengendaIikan inflasi agar tetap berada dalam sasaran merupakan tantangan utama bagi Kepri, terutama sebagai wilayah kepulauan yang bergantung pada pasokan dari luar daerah. “Tapi, kita tetap optimis inflasi akan terkendali” ujar Rony.

Tumbuh 5,02% (YoY) di 2024, BI Optimis Ekonomi Kepri Tetap Kuat di 2025
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto P didampingi stafnya foto bersama wartawan dengan simbol QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) usai penyampaian Outlook Ekonomi Kepri 2025 yang dikemas dalam Bincang Bareng Media di lantai 2 Kantor BI Perwakilan Kepri di Kota Batam, Kamis (20/2/2025). (F. Rud)

Tahun 2025 terdapat beberapa tantangan pengendalian inflasi, antara lain faktor cuaca. Ke depan, BI, kata Rony, akan terus mengantisipasi risiko inflasi melalui sinergi dan koordinasi bersama TPID, baik di level provinsi maupun di level kabupaten/ kota.

Baca Juga: Kapolda Kepri Zoom Meeting: Perkuat Pengendalian Inflasi dan Pengawasan Perizinan Daerah

Dari sisi digitalisasi pembayaran, sepanjang 2024, di Provinsi Kepri terdapat penambahan pengguna baru QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebanyak 111.070 pengguna, dengan tambahan volume transaksi mencapai 33.935.396 transaksi.

Selain itu, jumlah merchant QRIS juga terus bertumbuh dengan adanya 72.341 merchant baru, yang mayoritas tersebar di Kota Batam. “Secara keseluruhan, hingga Desember 2024, total merchant QRIS di Kepri telah mencapai 579.244 merchant,” ungkap Rony.

Baca Juga: Ansar Minta Dukungan Mendag untuk KEK, KPBPB, dan Pasar Rakyat di Kepri

Pertumbuhan ini, mencerminkan semakin luasnya adopsi QRIS sebagai solusi pembayaran digital yang efisien bagi masyarakat dan pelaku usaha. Rony menegaskan, untuk mendorong pariwisata serta mempermudah transaksi wisatawan, BI mendorong implementasi QRIS cross-border sebagai solusi pembayaran yang praktis dan efisien.

Fundamental perekonomian Kepri pada tahun 2025, Rony optimis akan tumbuh pada range 4,8% – 5,6% (yoy) dengan inflasi yang terjaga dilevel 2,5±1 %.

Baca Juga: Capaian Tahun 2024, BP Batam Sukses Genjot Nilai Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Untuk menguatkan pondasi serta mempercepat akselerasi perekonomian Kepri, Rony menyampaikan pentingnya peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan digitalisasi sistem pembayaran, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Kepri.

Di sisi lain, Rony mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak, terutama menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN). “Pemerintah akan menjaga stok kebutuhan. Nggak usah panik, belanja stok banyak-banyak,” pesan Rony. (asa)