Gencatan Senjata Bawa Harapan bagi Warga Gaza untuk Bangun Kembali Kehidupan Pascaperang

Gencatan Senjata Bawa Harapan bagi Warga Gaza untuk Bangun Kembali Kehidupan Pascaperang
Anak-anak Palestina yang mengungsi bermain di sebuah tempat penampungan di Gaza City pada 9 Desember 2024. (F. Xinhua/Mahmoud Zaki)

GAZA (Kepri.co.id – Xinhua)Israel dan Hamas menyetujui kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza pada Rabu (15/1/2024).

Kesepakatan itu mencakup fase awal penghentian pertempuran di Gaza, yang telah berlangsung selama lebih dari 15 bulan, selama 42 hari.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Gaza, Palestina. (XHTV)

Tepat sebelum kesepakatan gencatan senjata tersebut dicapai, banyak pengungsi di Gaza yang menyampaikan harapan tulus mereka untuk pulang ke rumah.

Baca Juga: Kisah Dokter Gaza Merawat Anak-anak Korban Perang, Meski Cacat Akibat Serangan Udara Israel

“Segera setelah gencatan senjata diumumkan, saya akan pulang ke (rumah saya di) Gaza dengan berjalan kaki dan mencium dinding rumah saya. Saya ingin mencium tempat tidur saya, dapur saya, dan barang-barang saya. Saya memiliki rumah tempat saya bisa tidur dan menjalani hidup dengan tenang, alih-alih hidup di dalam tenda,” ujar Mohammed Ahmed, warga Palestina.

“Segera setelah gencatan senjata diumumkan, saya akan pergi ke makam teman saya, mengebumikannya, dan menangisinya, karena dia tewas tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal. Saya ingin bertemu dengan orang-orang yang saya cintai dan keluarga saya, dan berharap dapat segera pulang,” ujar Emad Abed, warga Palestina.

Baca Juga: Jumlah warga Palestina yang Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza Tembus 46.000

“Saya sangat mengharapkan (gencatan senjata) dan saya berharap kami bisa pulang ke rumah kami, ke tanah kami, dan ke kehidupan kami,” ujar Salem Al-Rayes, warga Palestina.

“Begitu gencatan senjata diumumkan, saya akan pulang ke Shujaiya (di Gaza) dan meletakkan tanah di atas kepala saya,” kata Ibrahim Ali, warga Palestina. (amr/ xinhua-news.com)