ANAMBAS (Kepri.co.id) – Bantuan nelayan Sunggak menjadi harapan utama kelompok nelayan jongkong di Desa Sunggak, Kecamatan Jemaja Barat, Kabupaten Kepulauan Anambas, setelah mereka bergotong royong membuat unjam atau rumpon secara swadaya, Jumat (10/7/2026).
Unjam tersebut, disiapkan untuk membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan, sekaligus memudahkan aktivitas memancing di perairan sekitar desa. Meski mampu menyelesaikan pembuatan unjam melalui kebersamaan, keterbatasan biaya masih menjadi tantangan yang harus dihadapi para nelayan.
Pembuatan unjam dilakukan bersama oleh anggota kelompok nelayan. Mereka terlibat mulai dari merakit material hingga mengangkut unjam menuju lokasi pemasangan, agar dapat berfungsi sebagai tempat berkumpulnya ikan. Upaya tersebut, menjadi bentuk kemandirian masyarakat pesisir menjaga produktivitas penangkapan ikan di wilayahnya.
Bantuan Nelayan Sunggak Dinilai Sangat Dibutuhkan
Ketua Nelayan Jongkong Desa Sunggak, Ruslan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota kelompok yang telah meluangkan waktu dan tenaga, menyelesaikan pembuatan unjam. Menurutnya, kekompakan para nelayan menjadi modal Utama, mempertahankan aktivitas melaut di tengah keterbatasan yang ada.
Ruslan juga menyampaikan terima kasih kepada Toni, seorang nelayan tangkap yang membantu mengangkut unjam hingga ke lokasi pemasangan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota kelompok, yang telah meluangkan waktu bersama-sama membuat unjam. Terima kasih juga kepada saudara Toni, yang telah membantu mengantar unjam yang kami buat,” ujar Ruslan.
Ia menjelaskan, keberadaan unjam sangat membantu nelayan jongkong, karena ikan lebih mudah berkumpul di sekitar rumpon. Dengan demikian, nelayan tidak perlu melaut terlalu jauh dari pesisir Desa Sunggak. Kondisi tersebut, dapat menghemat biaya operasional, sekaligus meningkatkan efisiensi waktu saat mencari ikan.
Harapan Dukungan Sarana untuk Nelayan
Di sisi lain, Ruslan mengakui, kelompok nelayan masih mengalami keterbatasan anggaran untuk membuat unjam secara mandiri. Seluruh proses pembiayaan masih mengandalkan swadaya anggota kelompok sehingga jumlah unjam yang dapat dibuat sangat terbatas.
“Untuk membuat satu unjam saja, kami cukup kewalahan karena keterbatasan biaya. Semua dilakukan secara swadaya oleh anggota kelompok,” katanya.
Karena itu, ia berharap bantuan nelayan Sunggak, dapat diwujudkan melalui perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, khususnya Dinas Perikanan. Bantuan tersebut, diharapkan mencakup sarana dan prasarana penangkapan ikan yang sesuai kebutuhan nelayan jongkong.
Ruslan menilai, dukungan tidak hanya berupa alat tangkap, tetapi juga perlengkapan pendukung seperti tali untuk unjam, tali pancing, mata pancing, serta kebutuhan lain yang menunjang aktivitas melaut. Menurutnya, bantuan tersebut akan membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kami berharap Dinas Perikanan dapat membantu kebutuhan nelayan. Seperti tali untuk unjam, tali pancing, mata pancing, dan perlengkapan lainnya, agar kami bisa terus meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan,” harapnya.
Peningkatan produktivitas sektor perikanan tidak hanya bergantung pada semangat gotong royong masyarakat. Dukungan sarana yang memadai juga menjadi faktor penting, agar nelayan tradisional mampu menjaga keberlanjutan usaha penangkapan ikan, dan memperkuat perekonomian keluarga di wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Anambas. (Ls)
BERITA TERKAIT:
HNSI Anambas Perkuat Sinergi dengan Polri untuk Mengoptimalkan Pengawasan Wilayah Perbatasan Laut
Kepemimpinan Bawa Anambas Maju, Datok Aneng Dianugerahi Tokoh Inspiratif Nasional SMSI 2026
Kepemimpinan Bawa Anambas Maju, Datok Aneng Dianugerahi Tokoh Inspiratif Nasional SMSI 2026







