KAIRO (Kepri.co.id – Xinhua) – Presiden Mesir, Abdel-Fattah al-Sisi pada Minggu (3/11) bertemu dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), Kristalina Georgieva di Kairo. Mereka membahas program reformasi ekonomi Mesir di tengah krisis regional yang sedang berlangsung.
Dalam pembicaraan tersebut, al-Sisi menyampaikan aspirasi Mesir melanjutkan kerja sama dengan IMF, dalam mengimplementasikan program reformasi ekonomi guna meningkatkan stabilitas ekonomi negara itu dan mengurangi inflasi, kata kepresidenan Mesir dalam sebuah pernyataan.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Kairo. (XHTV)
Al-Sisi menekankan, prioritas Mesir adalah memerangi inflasi, menarik investasi, dan memberdayakan sektor swasta untuk meningkatkan lapangan kerja dan tingkat pertumbuhan, papar pernyataan tersebut.
Sementara itu, Georgieva “sepenuhnya memahami” berbagai tantangan besar yang dihadapi Mesir, sehubungan dengan perkembangan regional dan internasional.
Pimpinan IMF itu juga menyatakan, melalui kemitraan dengan pemerintah Mesir, IMF berupaya mencapai jalur reformasi terbaik bagi negara di Afrika Utara tersebut.
Baca Juga: Pejabat IMF Sebut Asia Pusat Kekuatan Ekonomi Global
Georgieva menyuarakan apresiasi atas upaya Mesir mengimplementasikan program reformasi, seraya tetap mempertahankan perlindungan sosial bagi warga negara yang paling rentan.
Dia memuji kemajuan indikator ekonomi makro negara tersebut, sebagaimana tecermin dalam prospek positif berbagai lembaga pemeringkat kredit internasional, terhadap ekonomi Mesir.
Dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Georgieva usai pertemuan mereka, Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly mengatakan, IMF pada Selasa (5/11/2024) akan memulai tinjauan keempatnya terhadap program pinjaman IMF terbaru yang berjangka 46 bulan, yang disetujui tahun 2022 dan ditingkatkan menjadi 8 miliar Dolar AS (1 Dolar AS = Rp15.723) tahun 2024 ini.
“Peninjauan keempat dari program ini, akan dimulai lusa, Selasa (5/11/2024), dan tim kerja dari IMF akan memulai pekerjaannya mulai lusa, bersama semua kolega dari bank sentral dan kementerian terkait. Sekali lagi, saya ingin menyampaikan sambutan dan kebahagiaan saya, atas kehadiran Kristalina dalam Rapat Kabinet Menteri di Ibu Kota Administratif Baru. Selamat datang di Mesir,” ujar Perdana Meneri Mesir, Mostafa Madbouly.
“Dari Kairo, saya juga ingin menyampaikan kepada semua orang betapa kami di IMF menghargai kemitraan kita, dan betapa kuatnya dukungan kami bagi Mesir, demi stabilitas dan pembangunan ekonomi Mesir. Kami telah menunjukkan dukungan ini pada April 2024 lalu, ketika kami mengambil keputusan meningkatkan nilai program kami dari 3 menjadi 8 miliar Dolar AS, dengan menyadari bagaimana kondisi menjadi makin sulit bukan karena kesalahan Anda, melainkan karena konflik yang terjadi di kawasan Anda,” Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF), Kristalina Georgieva.
Georgieva memperkirakan tingkat pertumbuhan Mesir akan meningkat dari 2,4 persen saat ini menjadi 4,2 persen pada tahun fiskal 2025, sementara tingkat inflasi akan turun menjadi 16 hingga 17 persen.
Baca Juga: IMF Peringatkan Soal Peningkatan Risiko Utang Publik Global
Pada Maret 2024 lalu, IMF menyetujui pendanaan tambahan sebesar 5 miliar Dolar AS untuk Mesir, di samping pendanaan 3 miliar Dolar AS berjangka 46 bulan yang disetujui pada akhir tahun 2022, guna mendukung reformasi negara tersebut. (hen/ xinhua-news.com)







