IMF Sebut Perekonomian Global Terancam Terjebak Dalam Jalur Pertumbuhan Rendah dan Tingkat Utang Tinggi

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF), Kristalina Georgieva berbicara dalam sebuah konferensi pers di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada 24 Oktober 2024. (F. Xinhua/Hu Yousong)

WASHINGTON (Kepri.co.id – Xinhua) – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF) pada Kamis (24/10/2024), memperingatkan perekonomian global terancam terjebak dalam jalur pertumbuhan rendah dan tingkat utang tinggi, mendesak para pembuat kebijakan mengatasi utang dan melaksanakan reformasi propertumbuhan.

“Perekonomian global terancam terjebak dalam jalur pertumbuhan rendah dan tingkat utang tinggi, yang berarti pendapatan yang lebih rendah dan lapangan kerja yang lebih sedikit,” ujar Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF), Kristalina Georgieva dalam sebuah konferensi pers pada Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Group 2024 yang sedang berlangsung.

Baca Juga: IMF Desak AS Kurangi Defisit Fiskal Yang Tinggi dan Turunkan Utang

Itu juga berarti, lanjut Georgieva, pendapatan pemerintah yang lebih rendah, yang mengarah pada lebih sedikitnya investasi untuk mendukung keluarga dan memerangi tantangan jangka panjang seperti perubahan iklim.

Pertama-tama, Georgieva menyerukan kepada para pembuat kebijakan di seluruh dunia, untuk memastikan inflasi kembali ke target, menambahkan bahwa tip bank sentral saat ini adalah “menyelesaikan pekerjaan inflasi tanpa merusak pasar lapangan kerja yang tidak perlu dilakukan.”

Kedua, sekarang waktunya untuk mengatasi utang dan defisit setelah pemberian dukungan fiskal bertahun-tahun yang sangat dibutuhkan, sebagai langkah tanggap darurat.

“Sekarang adalah waktunya membangun kembali penyangga fiskal di sebagian besar negara. Hal ini dapat dilakukan secara bertahap, tetapi harus dimulai sekarang,” lanjutnya.

Ketiga dan yang paling penting, katanya, sangat penting bagi negara-negara melakukan reformasi propertumbuhan, mulai dari memangkas birokrasi hingga memperbaiki tata kelola.

Georgieva menekankan, menurut analisis IMF, reformasi ini dapat mendongkrak output hingga 8 persen selama empat tahun di negara-negara berkembang.

Baca Juga: IMF Peringatkan Soal Peningkatan Risiko Utang Publik Global

Dalam World Economic Outlook (WEO) terbaru yang dirilis Selasa (22/10/2024), IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan global tahun 2024 sebesar 3,2 persen, konsisten dengan proyeksinya pada Juli 2024.

Selain itu, prospek pertumbuhan untuk lima tahun ke depan tetap lesu, yaitu 3,1 persen. Ini merupakan tingkat pertumbuhan terendah dalam beberapa dekade terakhir.

Ekonomi-ekonomi maju diproyeksikan tumbuh 1,8 persen tahun ini, sementara emerging market dan negara-negara berkembang akan tumbuh 4,2 persen.

Ekonomi China berada di jalur yang tepat untuk tumbuh sebesar 4,8 persen, menurut proyeksi tersebut.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF), Kristalina Georgieva berbicara dalam sebuah konferensi pers di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada 24 Oktober 2024. (F. Xinhua/Hu Yousong)

Menanggapi pertanyaan Xinhua, Georgieva mengatakan dalam konferensi pers itu, IMF harus dengan cermat menilai langkah-langkah yang baru-baru ini diumumkan otoritas berwenang China, untuk dapat menentukan apa sebenarnya dampak yang mungkin terjadi, sambil menyebutkan “ada langkah-langkah yang menuju ke arah yang benar.”

Kepala IMF itu menyatakan, selama beberapa waktu, China telah dihadapkan pada sebuah pilihan, yakni melanjutkan kebijakan-kebijakan pertumbuhan yang didorong ekspor atau mendorong konsumsi domestik, dan mengalihkan mesin pertumbuhan ke konsumen China.

“Kami berpandangan, karena ekonomi China telah bertumbuh begitu besar, maka konsumsi domestiklah yang menjadi sumber pertumbuhan yang dapat diandalkan,” ujarnya.

Baca Juga: Utang Nasional AS Lampaui 35 Triliun Dolar AS untuk Pertama Kalinya

Dalam jangka pendek, satu hambatan besar bagi kepercayaan konsumen adalah di sektor properti. Tindakan tegas mengatasi masalah itu akan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen, ujarnya.

Ke depan, “dengan adanya reformasi jaminan sosial dan pensiun yang memberikan keyakinan kepada masyarakat, mereka tidak perlu menabung secara berlebihan, mereka dapat mengandalkan sistem itu, ini berarti mereka akan membelanjakan lebih banyak uang,” lanjutnya.

“Memperhatikan sektor-sektor ekonomi yang kurang berkembang dari sudut pandang konsumen. Seperti perawatan kesehatan, pendidikan, perawatan lansia, serta menjadikan layanan sebagai penggerak pertumbuhan, itu akan membantu,” ujarnya, seraya menambahkan “Saya yakin para pemimpin di China sedang mempertimbangkan pilihan-pilihan ini.” (hen/ xinhua-news.com)