Xi Jinping, Sang Reformis (Bagian 4-Habis)

Presiden China, Xi Jinping dan istri kunjungan kenegaraan ke Prancis, beberapa waktu lalu. (F. xinhua)

BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Presiden China, Xi Jinping menekankan tujuan utama reformasi yakni untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dia telah berjanji untuk menjadikan prioritas rakyat sebagai prioritasnya dan bertindak berdasarkan keinginan mereka.

Hal ini sangat kontras dengan pendekatan “modal yang utama” (capital first) yang sering terlihat dalam ekonomi kapitalis.

Baca Juga: Xi Jinping, Sang Reformis (Bagian 1)

Tahun 2017, Xi menyatakan, setelah hampir 40 tahun reformasi dan keterbukaan, kontradiksi utama yang dihadapi masyarakat China telah mengalami perubahan signifikan.

“Saat ini, kita menghadapi kontradiksi antara pembangunan yang tidak seimbang dan tidak memadai dengan kebutuhan rakyat yang terus meningkat untuk kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.

Merespons perubahan ini, Xi mendorong pembangunan yang terkoordinasi dan bersama, serta berkomitmen mencapai visi Deng Xiaoping tentang “kesejahteraan bersama”.

Ketika Xi menduduki jabatan tertinggi Partai tahun 2012, terdapat kesenjangan yang signifikan antara wilayah timur dan barat China, serta kesenjangan kekayaan yang sangat parah.

Baca Juga: Xi Jinping, Sang Reformis (Bagian 2)

Xi telah mengubah strategi pengentasan kemiskinan dengan menerapkan pendekatan baru yang disebut “penghapusan kemiskinan yang ditargetkan”.

Individu dan desa yang dikategorikan miskin didaftarkan dan datanya dicatat dalam sistem informasi pengentasan kemiskinan nasional.

Sementara itu, masyarakat miskin direlokasi dari daerah yang tidak layak huni. Pemerintah mempromosikan industri sesuai kondisi lokal dan menyelenggarakan kelas pelatihan, bagi masyarakat kurang mampu untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Lebih dari 3 juta pejabat ditempatkan di desa-desa yang ditunjuk, memastikan bahwa langkah-langkah pengentasan kemiskinan dilaksanakan efektif.

Di bawah kepemimpinan Xi, China sukses memberantas kemiskinan absolut di wilayah pedesaan, sebuah masalah yang telah berlangsung selama ribuan tahun di negara tersebut.

Reformasi China dimulai di wilayah pedesaan tahun 1970-an, dan inisiatif reformasi Xi terkait pertanian, wilayah pedesaan, dan petani mencakup perubahan yang lebih luas.

Baca Juga: Xi Jinping, Sang Reformis (Bagian 3)

Xi telah menetapkan mekanisme yang baik untuk produksi biji-bijian yang stabil, guna memastikan “pasokan makanan China tetap sepenuhnya dalam kendali sendiri”, meningkatkan lingkungan bisnis pedesaan, dan mendorong revitalisasi pedesaan secara menyeluruh.

Tahun 2016, pemerintah pusat meluncurkan rencana memberikan status kependudukan perkotaan kepada sekitar 100 juta orang dari daerah pedesaan dan penduduk tetap lainnya, yang tidak memiliki registrasi rumah tangga setempat. Target ini tercapai lebih cepat dari yang dijadwalkan.

Selama kunjungan inspeksi ke Shanghai tahun 2023, Xi mengunjungi apartemen tempat tinggal para pekerja migran. Dirinya senang mengetahui, para migran mulai menetap di kota besar tersebut.

“Bagus! Tinggallah, menetaplah, dan berjuanglah untuk kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Baca Juga: Xi Jinping Sebut Hubungan China-Kazakhstan “Menakjubkan”

Di bawah kepemimpinan Xi, China menghapus sistem pendidikan ulang melalui kerja yang telah berlaku selama lebih dari setengah abad, menaikkan ambang batas pembebasan pajak penghasilan pribadi dari 3.500 Yuan (1 Yuan = Rp2.225) menjadi 5.000 Yuan per bulan, dan menetapkan prinsip berpusat pada rakyat untuk pengembangan sektor properti. “Perumahan untuk ditinggali, bukan untuk spekulasi pasar.”

Menanggapi perubahan demografis, China telah menyesuaikan kebijakan kependudukan dan perencanaan keluarganya. Reformasi telah dilakukan demi memastikan pendidikan yang lebih baik dan lebih merata.

Xi Jinping bertemu dengan perwakilan dari komunitas bisnis, strategis, dan akademik Amerika Serikat di Balai Agung Rakyat di Beijing, ibu kota China, pada 27 Maret 2024. (F. Xinhua/Shen Hong)

KESEHATAN MASYARAKAT INDIKATOR MODERNISASI

Selain itu, Xi memimpin pembentukan sistem jaminan sosial terbesar di dunia dan memulai reformasi dalam layanan perawatan lansia. Saat ini, jumlah orang yang tercakup oleh asuransi pensiun dasar dan asuransi kesehatan dasar di China, masing-masing telah melampaui 1 miliar dan 1,3 miliar.

Dengan keyakinan “kesehatan masyarakat adalah indikator utama modernisasi,” Xi menyerukan mempelajari dan mendorong praktik tersebut di Sanming, Provinsi Fujian, guna mendorong reformasi layanan kesehatan.

Xi mendorong penghapusan penggelembungan harga (mark up) obat dan perlengkapan medis, yang telah berlangsung lebih dari 60 tahun, sehingga mengurangi biaya pasien.

Baca Juga: Kisah Xi: Xi Jinping, Sosok Inspiratif bagi Pekerja Iptek

Departemen pemerintah merespons seruan Xi dengan membentuk tim kerja, bernegosiasi harga obat dan perlengkapan medis dengan perusahaan farmasi.

Xi mendorong reformasi dalam sistem layanan kesehatan pedesaan, memastikan masyarakat di pedesaan memiliki akses ke pengobatan terjangkau. Kampanye-kampanye ini secara signifikan mengurangi kasus kemiskinan akibat penyakit.

Hampir semua orang berpenghasilan rendah dan mereka yang baru saja ke luar dari kemiskinan di daerah pedesaan, kini memiliki asuransi kesehatan.

Reformasi Xi di sektor budaya menekankan pentingnya memperkaya “dunia spiritual” masyarakat, sebagai syarat utama modernisasi China. Ini melibatkan penyempurnaan perencanaan dan kebijakan industri budaya, serta pengembangan bentuk-bentuk bisnis budaya baru dan pola konsumsi budaya.

Hasilnya, industri film mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah layar bioskop di China meningkat dari sekitar 13.000 tahun 2012 menjadi lebih dari 86.000 per akhir tahun 2023, angka tertinggi di dunia.

The New York Times melaporkan, awal tahun 2024 ini industri film China kini memproduksi lebih banyak film berkualitas tinggi yang sesuai selera penonton domestik.

Presiden China, Xi Jinping menghadiri Konferensi Peringatan 70 Tahun Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai dan menyampaikan pidato penting bertajuk “Meneruskan Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai dan Bersama-sama Membangun Komunitas dengan Masa Depan Bersama bagi Umat Manusia” di Balai Agung Rakyat di Beijing, ibu kota China, pada 28 Juni 2024. (F. Xinhua/Ding Haitao)

REFORMASI PENDIDIKAN JADI MODERN

Xi juga mereformasi sistem pendidikan, yang terkait langsung dengan perluasan kumpulan bakat serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Xi mendorong perkembangan pendidikan wajib yang seimbang, mengurangi beban kerja berat murid, untuk memastikan perkembangan menyeluruh mereka, dan membangun sistem pendidikan vokasi modern serta sistem universitas modern.

Baca Juga: Para Murid UEA Belajar Mandarin, Bertukar Surat dengan Presiden China Xi Jinping

Proporsi pengeluaran fiskal nasional yang dialokasikan untuk pendidikan tetap di atas 4 persen dari PDB, selama beberapa tahun berturut-turut, menjadikannya bagian terbesar dari belanja anggaran publik China.

Reformasi terobosan lainnya yang dipimpin Xi terjadi di bidang ekologi.

Ketika Xi menjadi Sekretaris Jenderal Partai tahun 2012, pencemaran lingkungan salah satu keluhan paling umum di kalangan masyarakat.

Di awal tahun itu, pencemaran kadmium memengaruhi sebuah sungai di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, mengancam keamanan air minum bagi lebih dari satu juta orang.

Selama tahun tersebut, beberapa insiden terkenal “bukan-di-belakang-rumah-saya” yang dipicu kekhawatiran terkait pencemaran industri terjadi di seluruh negeri.

Xi, yang dikenal karena inisiatif lingkungan yang berani dan tegas di Xiamen, untuk membersihkan Danau Yundang dan di Hangzhou untuk melindungi Danau Barat, mendirikan Kementerian Ekologi dan Lingkungan, menetapkan perlindungan ekologis dan lingkungan sebagai “garis merah” yang tidak boleh dilanggar.

Baca Juga: Xi Jinping Sebut China Berupaya Wujudkan Peremajaan Bangsa China dan Kesejahteraan Masyarakat Dunia

Xi meluncurkan inspeksi perlindungan ekologis dan lingkungan oleh otoritas pusat, dan meminta pejabat lokal untuk bertanggung jawab atas perlindungan sungai, danau, dan hutan sebagai “kepala pengelola” tempat-tempat tersebut.

Di bawah kepemimpinan Xi, China menjadi negara dengan perbaikan kualitas udara tercepat, peningkatan sumber daya hutan terbesar, dan area reboisasi terbesar secara global.

China juga mempertahankan posisi stabil sebagai pemimpin dunia dalam kapasitas terpasang untuk pembangkit listrik tenaga air, bayu, matahari, dan biomassa.

China juga telah mengembangkan pasar karbon terbesar di dunia dan berjanji, mewujudkan netralitas karbon setelah mencapai puncak karbon dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan negara-negara maju.

“Pengembangan hijau dan rendah karbon adalah tuntutan zaman, dan mereka yang mengikutinya akan berkembang,” kata Xi.

MAJU DENGAN KEBERANIAN

Menurut Edelman Trust Barometer 2023, survei yang dilakukan perusahaan konsultan Edelman, tingkat kepercayaan umum terhadap China berada di level 83, menduduki peringkat pertama di antara semua negara yang disurvei.

China adalah satu-satunya negara di antara yang disurvei, menyatakan optimisme tentang prospek ekonomi, menurut survei tersebut.

Baca Juga: Xi Jinping dan Budaya Prancis: “Kebesaran Hati yang Lebih Luas dari Langit”

Para pengamat percaya, Xi sebagai pemimpin reformasi di era baru, ekonomi pasar sosialis yang dicetuskan Deng Xiaoping pasti akan terus berkembang dan sukses. Xi telah menyalakan mesin yang mendorong China menuju perjalanan yang tak bisa dibalikkan menuju modernisasi.

Reformasi Deng dan seruannya “pengembangan adalah prinsip mutlak” membebaskan dan mengembangkan kekuatan produktif sosial China, mendorong negara ini menjadi kekuatan ekonomi global.

Xi berpendapat, pengembangan berkualitas tinggi adalah prinsip yang tak tergoyahkan di era baru, dan memulai transformasi komprehensif dan sistematis di China, yang telah memberikan kontribusi besar pada penyeimbangan kembali ekonomi dunia.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin pemerintah dan bisnis asing tahun 2024 ini, pesan Xi selalu konsisten: China berkomitmen melanjutkan reformasi, yang akan membawa berbagai peluang bagi dunia.

Dalam satu dekade, Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/ BRI) telah melibatkan tiga perempat negara di dunia, membantu menciptakan 420.000 pekerjaan dan mengangkat puluhan juta orang ke luar dari kemiskinan di negara-negara tersebut.

Sejak tahun lalu, antisipasi terhadap pleno ketiga Komite Sentral Partai Komunis China ke-20 terus berkembang. Masyarakat di China dan dunia, pada umumnya memperhatikan dengan saksama langkah-langkah reformasi utama yang akan diumumkan, dan menilai dampak potensial dari langkah-langkah tersebut.

Sebelum pleno tersebut, Xi berjanji melaksanakan serangkaian “reformasi strategis, inovatif, dan terdepan,” “mencapai terobosan baru di bidang dan sektor penting.”

Ada alasan untuk optimistis. Optimisme tersebut didasarkan tidak hanya pada ukuran ekonomi dan pasar China yang besar, tetapi juga pada kepemimpinan terkoordinasi Partai dengan Xi sebagai intinya. CPC memiliki keberanian, melakukan reformasi diri dan mampu mengubah rencana menjadi tindakan konkret.

Saat beberapa pihak di luar negeri meragukan atau bahkan takut tentang reformasi dan perkembangan China serta implikasinya, Xi sering mengatakan, China tidak berniat mengubah atau menantang tatanan dunia yang ada.

China hanya mengambil bagian yang lebih aktif dalam tata kelola global dan mendorong tatanan dunia yang lebih adil dan setara.

Baca Juga: Xi Jinping Gelar Pembicaraan dengan Presiden Peru

Di awal era reformasi Deng, mendiang pemimpin China itu menyatakan, tujuan reformasi dan keterbukaan China untuk “menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.”

Saat ini, melihat kemajuan selama hampir setengah abad, Xi menunjukkan reformasi dan keterbukaan China tidak hanya memajukan perkembangan China sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perdamaian dan kemajuan global.

Melanjutkan warisan Deng dan dengan rasa tanggung jawab yang kuat, Xi memimpin China pada jalur modernisasi yang tidak hanya menciptakan keajaiban ekonomi dan peluang pembangunan, tetapi juga menjelajahi bentuk baru peradaban manusia.

“Modernisasi kita adalah yang paling menantang dan terbesar,” kata Xi. “Ini adalah jalan yang belum pernah ada sebelumnya, tetapi kami akan terus menjelajahinya dan maju dengan keberanian.” (asa/ xinhua-news.com)

Catatan:
  1. (Penulis Xinhua yang menyusun profil ini: Zhou Xiaozheng, Zhang Zhengfu, Wu Jihai, Cheng Yunjie, Xu Lingui, Wang Xiuqiong, Zhang Zhongkai, Shi Hao, Wang Yaguang, Zhang Bowen, dan Fu Min)
  2. (Catatan editor: Artikel ini adalah versi terbaru dari artikel berjudul sama yang dirilis Xinhua English newswire pada 12 Maret 2024)