Tingginya Harga Ternak Sulitkan Warga Libya Berkurban di Hari Raya Idul Adha

F. xinhua-news.com

TRIPOLI (Kepri.co.id – Xinhua) – Warga Libya kini tengah berjuang menghadapi harga hewan ternak yang sangat tinggi saat negara itu menyambut Hari Raya Idul Adha, atau Hari Raya Kurban yang dirayakan umat Islam.

Menurut tradisi Islam, keluarga Muslim biasanya membeli seekor domba, kambing, atau sapi sebagai kurban untuk disembelih pada pagi hari saat Idul Adha dan membagikan dagingnya kepada fakir miskin sebagai amal.

“Saya datang ke pasar hari ini memeriksa harga domba. Namun, harganya sangat tinggi, di luar kemampuan finansial kebanyakan orang. Tidak ada uang tunai di bank-bank lokal. Jadi, masyarakat kesulitan secara finansial merayakan hari raya ini. Saya berharap keadaan akan segera membaik,” ujar Milud Ehbel, Warga negara Libya yang berdomisili di Tripoli.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Tripoli. (XHTV)

Tahun ini, harga domba di Libya meningkat tajam dengan kisaran antara 2.000 hingga 3.500 Dinar (1 Dinar = Rp3.380) per ekor, atau sekitar 300 hingga 550 Dolar AS (1 Dolar AS = Rp16.286) di pasar paralel. Ini menandai kenaikan hampir tiga kali lipat selama lima tahun terakhir.

“Harga tinggi sebagian besar disebabkan kenaikan harga pakan ternak. Harganya terus meningkat setiap tahun. Kami masih berharap keadaan akan segera membaik,” ujar Jamal Abu-Jarida, Pedagang ternak dari Khoms.

Sejumlah pakar menilai kenaikan harga ternak sebagian besar disebabkan tingginya harga pakan (fodder), makanan utama hewan ternak, khususnya karena kekeringan yang melanda area penggembalaan di daerah pedesaan.

Perekonomian Libya mengalami kesulitan akibat konflik bersenjata dan ketidakstabilan politik selama bertahun-tahun. Nilai mata uang negara itu terus menurun, terhadap mata uang asing di pasar paralel.

Sementara itu, bank-bank di Libya mengalami kekurangan likuiditas parah, menyebabkan antrean panjang orang menunggu menarik uang tunai dalam jumlah terbatas. Hal ini turut memperparah kesulitan yang dihadapi warga Libya, dalam membeli barang-barang esensial.

“Kita sekarang berada di pasar domba. Saya cukup beruntung bisa membeli seekor domba, jadi saya bisa berkurban di hari raya ini. Harganya tinggi, karena harga pakan ternak juga tinggi, dan curah hujan rendah menyebabkan kekeringan di area-area penggembalaan ternak. Di samping itu, juga ada masalah kekurangan uang tunai di bank-bank lokal di negara ini,” ujar Mohamed Abdul-Fattah, Warga negara Libya yang berdomisili di Tripoli. (asa/ xinhua-news.com)