BATAM (Kepri.co.id) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Batam, telah memplenokan delapan bakal calon (balon) Walikota/ Wakil Walikota Batam, Rabu (29/5/2024) sore.
Kedelapan balon Walikota/ Wakil Walikota Batam tersebut Drs Buralimar MSi, Udin P Sihaloho SH, Hj Marlin Agustina Rudi SH, Jefridin Hamid MPd, Amsakar Achmad SSos MSi, Raja Hery Mokhrizal SH MH, Gusrinaldi, dan Budi Mardiyanto SE MM.
Dari delapan balok Walikota/ Wakil Walikota Batam tersebut, Budi Mardiyanto mendaftar paling akhir menjelang penjaringan ditutup.
“Sebagai kader dan petugas partai, suka atau tidak suka harus siap lahir dan batin dari penugasan partai. Dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Batam ini, saya sudah menyiapkan lima tas,” ujar Budi Mardiyanto kepada Kepri.co.id di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Batam, Rabu (29/5/2024) soren.

Lima tas yang dimaksudkan Budi Mardiyanto yaitu kapasitas, elektabilitas, isi tas, loyalitas, dan totalitas.
“Pada prinsipnya, apapun namanya, sebagai kader maupun petugas partai, harus siap. Kita partai yang sudah tak bisa lepas dari gotong royong,” ujar Budi Mardiyanto.
Dalam kesiapan ini, kata Budi Mardiyanto, dirinya sadar dalam mengikuti kontestasi baik pemilihan legislatif (pileg) bahkan dalam pilkada, tidak akan pernah takut atau khawatir pada yang lain. “Kita yakin dan percaya, semua ukuran itu pasti ada nilainya,” ujar Budi Mardiyanto.
Itu sebabnya, kata Budi Mardiyanto, dirinya menyerahkan penuh pada partai apakah nanti ditugaskan Batam 1 atau Batam 2, harus berpartner kepada siapa ataupun dengan siapa, harus dilaksanakan.
“Dalam penugasan ini, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka harus siap,” tegas Budi Mardiyanto yang dalam periode ini kembali terpilih DPRD Batam daerah pemilihan (dapil) 6 Sekupang – Belakangpadang periode 2024 – 2029.
Sementara itu, Anggota Tim Penjaringan Balon Walikota/ Wakil Walikota Batam DPC PDI Perjuangan, Tohap Erikson Pasaribu didampingi anggota lainnya Sulhan SH, menyatakan, sudah pleno delapan balon KDH dari PDI Perjuangan Kota Batam.
Finalisasi mekanisme penjaringan balon Walikota/ Wakil Walikota Batam DPC PDI Perjuangan ini, dimulai dari penerimaan berkas pendaftaran, verifikasi, dan wawancara. Setelah itu, DPC PDI Perjuangan akan mengajukan delapan berkas tersebut ke DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri.
“Nanti, delapan balon Walikota/ Wakil Walikota tersebut akan mengikuti mekanisme di DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri dan finalnya di DPP PDI Perjuangan Pusat. Siapa yang direkomendasikan DPP PDI Perjuangan Pusat, semua kader wajib memenangkannya,” ungkap Tohap.
Diakui Tohap, Budi Mardiyanto mendaftar di akhir jelang pleno penjaringan balon Walikota/ Wakil Wali Kota Batam dari DPC PDI Perjuangan, karena mengakomodir tokoh-tokoh masyarakat Kota Batam yang meminta Budi Mardiyanto, untuk mencalonkan baik posisi balon Walikota maupun Wakil Walikota Batam.
“Terkait penjaringan balon Walikota/ Wakil Walikota ini, semua masih dinamis. Namanya juga dunia politik. DPC PDI Perjuangan sudah komunikasi politik sama Partai Gerindra, PKS, dan partai-partai lainnya. Perolehan suara PDI Perjuangan belum bisa mencalonkan sendiri, harus berkoalisi dengan partai lain,” ungkap Tohap. (asa)







