NATUNA (Kepri.co.id) – Dari ujung utara Nusantara, Indonesia meneguhkan keseriusan menjaga ruang udara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Natuna tengah menuntaskan pembangunan Radar Cuaca S-Band, sistem pemantauan atmosfer berteknologi canggih yang akan menjadi ”mata langit” di garis depan perbatasan Indonesia.
Radar ini bukan sekadar instrumen ilmiah. Ia adalah simbol kemandirian dan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi perubahan iklim dan potensi bencana meteorologi. Dengan jangkauan deteksi hingga 480 Kilometer (Km), radar S-Band mampu memantau pergerakan awan, pola hujan, dan potensi cuaca ekstrem seperti angin puting beliung, badai lokal, maupun hujan lebat yang mengancam keselamatan penerbangan dan pelayaran.
”Selama ini, kami masih mengandalkan citra satelit yang memiliki keterbatasan dalam menentukan posisi dan intensitas awan hujan. Dengan radar S-Band, data yang kami peroleh akan jauh lebih presisi dan real time,” ujar Asrul Saparudin, Podcaster BMKG Natuna, Rabu (29/10/2025).
Asrul menegaskan, kehadiran radar ini menyangkut keselamatan manusia, bukan sekadar angka di layar komputer. ”Informasi dari radar S-Band akan menjadi dasar peringatan dini yang cepat, tepat, dan menyeluruh — dari nelayan hingga pilot, dari pesisir hingga langit perbatasan,” tambahnya.
Tak hanya membangun infrastruktur, BMKG juga memperkuat sumber daya manusianya. Tiga personel BMKG Natuna akan dikirim ke Jerman, untuk menjalani pelatihan pengoperasian dan analisis data radar, terdiri dari satu podcaster dan dua teknisi.
Langkah ini, memastikan radar S-Band tidak hanya berdiri megah, tetapi juga dioperasikan oleh tenaga ahli yang mumpuni dan berstandar internasional.
Pembangunan radar ini menjadi bagian dari strategi nasional, untuk memperkuat pengawasan atmosfer dan kedaulatan cuaca di perbatasan, terutama di wilayah strategis Natuna dan Kepulauan Anambas.
Di tengah dinamika geopolitik dan perubahan iklim global, Indonesia menunjukkan bahwa kedaulatan tidak hanya dijaga dengan kapal dan pesawat, tetapi juga dengan ilmu dan teknologi cuaca.
”Radar S-Band Natuna adalah penjaga langit kita,” kata Asrul. ”Ia berdiri di garis depan, memastikan setiap awan yang melintas di batas negeri ini dapat terbaca dengan jelas — demi keselamatan, kemandirian, dan kedaulatan Indonesia.” (abed)
BERITA TERKAIT:
Triliunan Potensi PNBP Gagal Diraup, Cen Sui Lan Tinjau Radar Canggih Senilai Rp180 Miliar
Cen Sui Lan “Cium” Anggaran Aneh di BMKG
Bandara Ranai Masih Nyatu Fungsi Komersil dan Pertahanan, Cen Sui Lan Desak Menhub Buat Pemisahan
Pakai Kapal Produksi Batam, Cen Sui Lan dan Dirjen Hubdat Luncurkan Roro Rute Tanjungpinang-Natuna







