Triliunan Potensi PNBP Gagal Diraup, Cen Sui Lan Tinjau Radar Canggih Senilai Rp180 Miliar

Cen Sui Lan memanfaatkan masa reses sebagai Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, meninjau radar tercanggih VTS senilai Rp180 miliar di Tanjungsengkuang, Rabu (11/5/2022). (F. dok csl)

BATAM (Kepri.co.id) – Posisi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berada di jalur padat lalu lintas kapal perdagangan dunia melalui Selat Malaka, merupakan potensi bagi Kepri meraup pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari jasa pandu.

“Sayangnya, dari 2.000 kapal setiap hari yang masuk ke wilayah NKRI, baru sedikit yang bisa membayar PNBP. Potensi kehilangan PNBP dari jasa pandu ini mencapai triliunan rupiah,” ujar Cen Sui Lan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri kepada wartawan di Batam Centre, Kamis (12/5/2022).

Untuk mendapatkan potensi PNBP tersebut, ujar Cen Sui Lan, ditempuh dengan menyiapkan perangkat radar canggih vessel traffic system (VTS).

Cen Sui Lan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri menyaksikan langsung pengoperasian citra satelit hasil tangkapan layar monitor radar canggih di VTS Center Tanjungsengkuang, Batam, Rabu (11/5/2022). (F. dok csl)

“Setelah peralatan radar canggih VTS dan sumber daya manusia (SDM) merah putih kita siap, berikutnya berjuang lewat IMO (International Maritim Organization), bahwa kita mendapatkan pengaturan dan jasa kapal time masuk ke Singapura,” ujar Cen Sui Lan.

Sehari sebelumnya, Rabu (11/5/2022), Cen Sui Lan memanfaatkan masa reses sebagai Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, meninjau radar tercanggih VTS senilai Rp180 miliar di Tanjungsengkuang, Kota Batam, Kepri.

Pengadaan radar canggih VTS tersebut, salah satu yang diperjuangkan Cen Sui Lan untuk pulau terdepan di Kepri melalui mitra kerjanya Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

BACA JUGA:   Ansar Serahkan Insentif dan Bantuan Hibah RT, RW, Posyandu, Guru PAUD, dan Rumah Ibadah di Kota Batam

“Radar canggih VTS bernilai Rp180 miliar tersebut, merupakan aset negara yang berfungsi sebagai mata dan telinga negara, dalam memantau dan memonitor setiap kapal yang memasuki wilayah NKRI,” kata Cen Sui Lan menjelaskan fungsi VTS Center tersebut.

Cen Sui Lan meninjau radar canggih tersebut, dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja ke fasilitas VTS Center.

Fasilitas atau perangkat radar ini, dikelola VTS Center Batam Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang Direktorat Navigasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub. Instansi ini satu dari sejumlah mitra kerja Cen Sui Lan sebagai Anggota Komisi V DPR RI.

Kecanggihan radar VTS ini, setiap kapal sebesar apa pun akan terekam (record). Baik dalam bentuk video, gelombang radio, real time. Data yang terekam itu mampu disimpan beberapa tahun.

“Apa pun kejadian di laut kita wilayah terdepan yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, mampu kita kontrol dengan baik didukung sumber daya manusia (SDM) yang merah putih,” ujar Cen Sui Lan.

VTS Center selalu berbagi data dengan instansi lain. Seperti Bea Cukai dalam penegakan hukum dalam rangka pengamanan pendapatan negara. Kemudian, untuk pencegahan dan penindakan penyeludupan.

Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang Direktorat Navigasi Ditjen Hubla Kemenhub, akan selalu berkoordinasi dengan instansi lain.

BACA JUGA:   Menparekraf Resmikan Penyengat 75 Desa Wisata Terbaik Indonesia

Baik sipil atau militer, berbagi data sesama aparat negara dalam rangka memastikan penerimaan negara. Baik dari pajak dan PNBP lainnya.

Dalam kunjungan kerja ini, Cen Sui Lan diterima dan mendepat penjelasan tentang VTS Center oleh Budi Bimantoro, selaku Kepala Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang, Ditjen Hubla Kemenhub.

Dalam kunjungan ini, Budi Bimantoro meminta kepada Cen Sui Lan untuk dukungan dan bantuan guna pengadaan sarana dan prasarana, fasilitas VHS di wilayah terdepan yang belum terjangkau, di empat titik wilayah Provinsi Kepri.

“Sehingga seluruh wilayah Kepri, mulai dari Natuna dan wilayah barat lainnya mampu dijangkau. Dengan demikian, fungsi keselamatan pelayaran dan kapal-kapal ilegal, mampu kita cegah. Dan penerimaan PNBP kita bisa semakin meningkat,” terang Cen Sui Lan.

Untuk penambahan pengadaan empat fasilitas radar canggih VTS tersebut, Cen Sui Lan meminta kepada Budi Bimantoro menyiapkan data-data pendukung, guna melengkapi sarana dan prasarana VTS di wilayah terdepan wilayah Kepri.

“Pengadaan 4 VTS itu sekitar Rp240 miliar. Kalau sudah terpenuhi, itu bisa semakin meminimalisir kapal-kapal ilegal yang selalu mencari peluang di wilayah kita,” ucapnya.

Dengan fasilitas ini, bisa menjadi marwah bagi NKRI dan semakin meningkatkan kedaulatan di laut.

BACA JUGA:   Serahkan DPA ke SKPD, Ansar Instruksikan Segera Jalankan APBD 2023

“Saya mau, seperti flight information region (FIR) di udara, kita kuasai kedaulatan kita. Maka VTS di laut juga kita kuasai dan rebut, lewat IMO,” ungkap Cen Sui Lan.

“Akan saya perjuangkan lagi penambahan empat fasilitas VTS itu, melalui APBN,” kata Cen Sui Lan menambahkan.

Sangat miris, menurut Cen Sui Lan, dari 2.000 kapal setiap hari yang masuk ke wilayah NKRI, baru sedikit yang bisa membayar PNBP.

Selebihnya, mengapung di laut kita untuk masuk ke Singapura. Seharusnya, harap Cen Sui Lan, jasa menunggu time masuk ke wilayah Singapura harus bisa kita jadikan sebagai PNBP. Sebab, selama berada di wilayah NKRI, fungsi keselamatan dan pandu kapal tersehut berada di bawah NKRI.

“Ini potensi yang luar biasa mencapai triliunan. Ini mesti kita rebut lewat IMO, biar kita mendapatkan pengaturan dan jasanya. Kalau di udara itu sama dengan FIR, sedangkan di laut itu VTS,” ungkap Cen Sui Lan. (asa)