Kota Batam – Pada 20 Februari 2026 lalu, Dr Amsakar Achmad SSos MSi dan Li Claudia tepat satu tahun sebagai Walikota dan Wakil Walikota Batam. Jabatan Dr Amsakar Achmad SSos MSi dan Li Claudia sekaligus ex officio sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Wakil Kepala BP Batam.
Di bawah kepemimpinan Amsakar – Li Claudia, perlahan ekonomi terus on the track menanjak. Meskipun diakui Amsakar dan Li Claudia, banyak pekerjaan rumah.
“Saya ini pekerja keras, saya dan Pak Amsakar untuk memikirkan kemajuan Batam, terkadang sudah pukul 24.00 WIB pun masih berkomunikasi kalau ada persoalan yang harus diselesaikan,” aku Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia.
Li Claudia mengumpamakan kepemimpinan bersama Amsakar bagaikan “cuci piring”, atas peninggalan pekerjaan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Pekerjaan tersebut, menguras pemikiran dan terobosan yang terkadang susah dipecahkan.
“Seperti dalam lahan, yang benar itu ke luar dulu hak pengelolaan lahan (HPL) baru diterbitkan penetapan lokasi (PL). Tapi, ada yang sudah dapat PL namun HPL-nya belum ke luar. Ini sangat dilema,” ujar Li Claudia.
Dilema yang dimaksudkan Li Claudia, kalau dibiarkan tak ditanggapi, sementara produk PL itu merupakan ke luaran BP Batam. Kalau diluruskan dengan menerbitkan HPL, tapi menyalahi prosedur.
“Kalau ada hal yang pelik, saya dan Pak Amsakar melakukan diskusi dengan Kejaksaan, agar tidak salah langkah. Dari pihak Kejaksaan menyarankan, hal yang seperti itu tak boleh dibiarkan, karena itu merupakan produk BP walaupun bukan di masa kepemimpinan kami. Dan banyak lagi pekerjaan rumah lainnya,” ungkap Li Claudia.
Terhadap banyaknya pekerjaan rumah ini, Kepala BP Batam, Dr Amsakar Achmad SSos MSi lebih memilih tenang dengan tidak menabrak aturan biar selamat.
“Yah, itulah kebijakan sebelum-sebelumnya. Harus dihadapi,” ujar Amsakar kalem.
Ekonomi Bertumbuh
Secara perlahan, di bawah kepemimpinan Amsakar – Li Claudia berhasil menjaga daya saing kawasan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Geopolitik Iran dan Israel menyerang Iran yang berdampak perekonomian global, Amsakar-Li Claudia cepat-cepat memanggil pengusaha dan tokoh masyarakat berdiskusi terhadap tantangan global ini sekaligus mencari solusinya.
Bahkan, Amsakar – Li Claudia gerak cepat meminta pengusaha yang berhubungan dengan penyedia bahan bakar minyak (BBM), agar tidak menaikkan harga minyak atau jangan sampai terjadi kelangkaan, supaya pertumbuhan ekonomi terus berjalan.
Hal itu membuahkan hasil, terjadi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Batam, sepanjang tahun 2025 mencapai Rp2,36 triliun dibandingkan tahun 2024 sebelumnya sebesar Rp1,78 triliun atau naik sekitar 32 persen.
Amsakar – Li Claudia juga menerjunkan Anggota/ Deputi Bidang Investasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Francis terus belanja masalah ke kawasan industri, pengusaha ekspor, dan lainnya untuk mencarikan solusi terhadap kendala yang dihadapi. Sehingga, iklim investasi tetap terjaga di Kota Batam.
Beberapa belanja masalah yang didapati Fary, ekspor kapal turun sekitar 433,65 juta Dolar AS, serta ekspor kokoa/ coklat yang turun sekitar 91,23 juta Dolar AS. Konsentrasi penurunan ini, menunjukkan pelemahan ekspor Batam lebih dipicu oleh koreksi pada sektor tertentu, bukan penurunan menyeluruh pada basis industri.
Secara agregat, realisasi investasi pada triwulan I 2026 di Kota Batam mencapai Rp17,4 triliun. Angka tersebut tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year) dan meningkat 68,92 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter). Penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp8,8 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp8,5 triliun.
Dari kinerja tim ekonomi Amsakar – Li Claudia ini, dampak akhirnya terhadap pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2025 naik menjadi 6,76 persen (y-on-y) dari tahun sebelumnya yang hanya 6,69 persen.
Melihat keseriusan BP Batam menaikkan investasi dan pertumbuhan ekonomi, didukung Pemerintah Pusat dengan memperluas kewenangan BP Batam. Itu dibuktikan dengan kebijakan pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, PP Nomor 4 Tahun 2025, serta PP Nomor 47 Tahun 2025 untuk memperluar gerak BP Batam.
Lewat stimulus relaksasi kebijakan tersebut, memberikan angka-angka makro ekonomi Batam. Antara lain realisasi investasi ditopang industri mesin dan elektronik sebesar 23,65 persen, diikuti sektor kimia dan farmasi 21,18 persen, jasa lainnya 17,70 persen, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar 13,09 persen. Batam menyumbang sekitar 73,5 persen dari total realisasi investasi Provinsi Kepulauan Riau, yang mencapai sekitar Rp23,8 triliun pada periode yang sama. (Advertorial/ BP Batam)







