PM Israel Akan Paparkan Rencana Aneksasi Gaza jika Hamas Tolak Kesepakatan

PM Israel Akan Paparkan Rencana Aneksasi Gaza jika Hamas Tolak Kesepakatan
Foto yang diabadikan pada 30 April 2025 ini, menunjukkan tenda-tenda para pengungsi di sebuah tempat penampungan sementara di Gaza City. Angin kencang yang membawa debu melanda Jalur Gaza pada Rabu (30/4/2025). (F. Xinhua/Rizek Abdeljawad)

YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu diperkirakan akan memaparkan sebuah rencana menganeksasi (pengambilan paksa) sejumlah wilayah Jalur Gaza kepada kabinet keamanan Israel, seperti dilansir surat kabar Israel, Haaretz pada Senin (28/7/2025) malam waktu setempat.

Menurut laporan tersebut, Netanyahu mengatakan kepada para menteri Israel, bahwa Israel telah memberikan waktu beberapa hari kepada Hamas untuk menyetujui gencatan senjata, atau Israel akan mulai secara bertahap menganeksasi sejumlah wilayah Jalur Gaza hingga Hamas menyerah.

Laporan itu menambahkan, Netanyahu mengambil langkah tersebut untuk mempertahankan dukungan dari faksi sayap kanan ekstrem Zionis Religius (Religious Zionist), yang menentang baik gencatan senjata maupun peningkatan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Menjaga faksi tersebut tetap berada dalam koalisi sangat penting bagi Netanyahu, guna mencegah keruntuhan pemerintahannya.

Pemimpin Zionis Religius sekaligus anggota kabinet Bezalel Smotrich dilaporkan mengatakan kepada anggota fraksinya, “Kami sedang mendorong sebuah langkah strategis yang baik, dan dalam waktu singkat kita akan tahu apakah langkah itu berhasil.”

Dalam pembicaraannya dengan para menteri, Netanyahu mengatakan, rencana tersebut telah disetujui oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menurut laporan surat kabar itu.

Juga pada Senin (28/7/2025) tersebut, sebuah pernyataan dari Kantor PM Israel menyatakan, Israel akan terus bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional, serta dengan AS dan negara-negara Eropa, untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar ke Jalur Gaza.

“Meskipun situasi di Gaza sulit dan Israel telah berupaya memastikan distribusi bantuan, Hamas diuntungkan dengan mencoba memperkuat persepsi tentang krisis kemanusiaan,” menurut pernyataan itu. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Protes Kelaparan di Gaza, Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Ibu Kota Yaman

Kelaparan di Gaza Semakin Parah saat Kelangkaan Pangan Memburuk dan Bantuan Menyusut

Kanada Kecam Israel atas Bencana Kemanusiaan di Gaza

Prancis akan Resmi Akui Negara Palestina Dalam Sidang Majelis Umum PBB Mendatang