Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Bupati Iskandarsyah Siapkan Solusi Permanen: Bangun BPT hingga ”Jalur Hijau” Kepabeanan

Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, BupatiIskandarsyah Siapkan Solusi Permanen: Bangun BPT hingga "Jalur Hijau" Kepabeanan
Bupati Karimun, Ing H Iskandarsyah memimpin rapat mencari solusi kelangkaan gas LGP 3 Kg di Karimun, Selasa (27/10/2026). (Sumber: Pemkab Karimun)

KARIMUN, Kepri.co.id – Merespons keluhan masyarakat terkait antrean dan kelangkaan gas LPG 3 Kg, Bupati Karimun, Ing H Iskandarsyah, mengambil langkah cepat dan terukur menuntaskan akar permasalahan distribusi di wilayah kepulauan Karimun.

Melalui Rapat Koordinasi Distribusi LPG 3 Kg yang digelar pada Selasa (27/10/2026), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun memetakan masalah utama yang bermuara pada penumpukan puluhan ribu tabung rusak, dan rumitnya birokrasi kepabeanan.

Berdasarkan hasil inspeksi lapangan, kelangkaan ini tidak murni disebabkan kurangnya kuota. Hingga September 2026, realisasi kuota LPG 3 Kg telah mencapai 5.465,04 MT dari total target 6.617 MT.

Kendala utama justru terletak pada menumpuknya 29.110 tabung afkir atau rusak di gudang agen, yang tidak bisa segera diganti serta hambatan logistik pelayaran antar-pulau.

Hal ini berdampak langsung, pada terhambatnya pasokan bagi masyarakat dan 26.698 pelaku usaha mikro di Kabupaten Karimun. Frekuensi pengiriman ke sejumlah pulau, seperti Pulau Kundur, bahkan terpaksa turun drastis dari 4-5 kali seminggu menjadi hanya 2-3 kali seminggu.

Menyikapi krisis ini, Bupati Karimun, Ing H Iskandarsyah, menegaskan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan telah menyiapkan rencana aksi yang solutif, komprehensif, dan berkelanjutan.

”Saya sangat memahami dan merasakan keresahan warga serta pelaku UMKM kita yang kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg. Setelah kita urai, masalah utama ada di puluhan ribu tabung yang rusak (afkir) dan rantai distribusi terhambat birokrasi. Ini tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa,” ujar Bupati Iskandarsyah.

Oleh karena itu, Bupati Iskandarsyah menginstruksikan dua solusi strategis. Pertama, mendorong pendirian Bengkel Pemeliharaan Tabung (BPT) di Karimun, agar perbaikan tabung tidak perlu lagi dikirim jauh ke Batam atau Tanjunguban.

Kedua, Pemkab Karimun berkoordinasi dengan Bea Cukai dan PERTAMINA membuka ‘jalur hijau’ kepabeanan di zona Free Trade Zone (FTZ) Karimun.

”Tabung kosong yang akan diperbaiki tidak boleh tertahan regulasi, sehingga waktu tunggu bisa dipangkas hingga 80 persen. Saya pastikan, pemerintah daerah hadir menjaga dapur masyarakat dan UMKM kita tetap mengepul,” ujar bupati karimun.

Sebagai langkah jangka pendek, Bupati Iskandarsyah telah memastikan, agar pihak Pertamina Patra Niaga dan para agen mempercepat perbaikan 5.000 hingga 7.500 tabung per bulan, serta menambah armada kapal pengangkut memulihkan jadwal pasokan antar-pulau.

Pemkab Karimun mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak melakukan panic buying, dan melaporkan kepada pihak berwenang, jika menemukan praktik penimbunan atau penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. (enl/ adv)

BERITA TERKAIT:

Bupati Karimun Iskandarsyah Jamin Pasokan BBM Pulau Terluar, Kebut Pembangunan SPBU Satu Harga

Pertamina: Masyarakat Tak Perlu Panik, Selama Ramadan Stok BBM dan LPG Subsidi Tercukupi

Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Rakyat: PT Timah dan Pemkab Karimun Perkuat Kapasitas Pengurus Koperasi Merah Putih