KARIMUN (Kepri.co.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Ing H Iskandarsyah, bergerak cepat mencari solusi konkret terkait kendala distribusi bahan bakar ninyak (BBM) di wilayah pulau-pulau di luar Karimun Besar.
Selain memastikan kelancaran distribusi jangka pendek, Pemkab Karimun kini tengah mengawal dan mempercepat pembangunan fasilitas SPBU BBM Satu Harga, sebagai solusi permanen bagi masyarakat kepulauan.
Menyusul penutupan microsite milik Pertamina yang berdampak pada suplai BBM ke pulau-pulau, Bupati Iskandarsyah langsung menggelar rapat koordinasi strategis, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, para camat, serta perwakilan PT Pertamina.
Dalam keterangannya, Bupati Iskandarsyah menegaskan, perlu perlakuan khusus bagi wilayahnya. Ia meminta ada kemudahan atau diskresi dari BPH Migas, terkait penerapan Peraturan BPH Migas Nomor 1 Tahun 2024.
“Kita tahu bahwa kondisi geografis Karimun sangat berbeda dengan daerah lain.
Karimun adalah daerah kepulauan, berbatasan langsung dengan negara tetangga, merupakan wilayah terluar,” tegas Bupati Iskandarsyah.
Untuk mencegah gejolak, Bupati meminta, kebijakan penyaluran BBM ke wilayah pulau-pulau tetap dapat berjalan normal, setidaknya pada masa transisi hingga akhir Desember 2026.
Lebih jauh, Bupati Iskandarsyah menyoroti pentingnya keadilan energi bagi masyarakat di luar Pulau Karimun Besar. Ia menyadari, selama ini masyarakat di pulau-pulau harus memikul beban berat berupa ongkos transportasi laut (ongkos carter), hanya untuk menyeberang dan membeli BBM ke Karimun Besar.
Oleh karena itu, kehadiran SPBU BBM Satu Harga menjadi prioritas dan solusi mutlak. “Saat ini sedang dibangun SPBU BBM Satu Harga. Tujuannya murni membantu masyarakat kita. Dengan beroperasinya fasilitas ini, tidak ada lagi disparitas harga, dan masyarakat di pulau tidak perlu lagi jauh-jauh menyeberang serta mengeluarkan ongkos ekstra,” jelas Iskandarsyah.
Upaya dan visi strategis Pemkab Karimun ini sejalan dengan komitmen PT Pertamina. Pihak Pertamina menyatakan, fokus utama mereka memastikan BBM terdistribusi ke masyarakat, guna menjaga ketahanan energi.
Pertamina juga menyatakan dukungan, untuk terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas BBM Satu Harga dan SPBU reguler, guna menunjang kebutuhan energi di seluruh wilayah Kabupaten Karimun, dari Karimun Besar hingga ke pulau-pulau.
Melalui sinergi kuat antara Pemkab Karimun, Pertamina, dan instansi terkait, masyarakat di wilayah pulau-pulau diimbau tetap tenang. Pemerintah daerah berkomitmen penuh, menjadikan keadilan energi sebagai prioritas utama di beranda terdepan negara. (enl)
BERITA TERKAIT:







