BATAM (Kepri.co.id) – Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiharso selaku Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Badan Pengusahaan (BP) Batam, memberikan target besar realisasi investasi Rp40 triliun kepada Kepala BP Batam, Muhammad Rudi tahun 2024.
“Tahun 2023, target realisasi investasi Rp31 triliunan, pencapaiannya melebihi Rp32 triliunan. Mempertimbangkan pencapaian tahun 2023 dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah, optimis realisasi investasi Rp40 triliun tersebut tercapai,” ujar Susiwijono Moegiharso kepada wartawan usai Leaders Offsite Meeting di Ruang Rapat Hotel Marriot Batam, Jumat (26/1/2024).
Target pencapaian realisasi investasi Rp40 triliun tersebut bisa diwujudkan, lanjut Susiwijono, dengan kestabilan politik dan iklim investasi yang positif.
“Makanya, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi terus mengimbau kepada masyarakat agar menciptakan kondusivitas investasi dengan tidak mudah terpecah belah,” ujar Susiwijono.
Sebagai gambaran pencapaian realisasi investasi tahun 2024, lanjut Susiwijono, hadirnya dua kawasan ekonomi khusus (KEK) Nongsa Digital Park sebagai data center terbesar dunia dan Batam Aero Technic sebagai pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat, merupakan triger pencapaian realisasi investasi di Batam.
“Kita belum menghitung memasukkan realisasi investasi pengembangan kawasan Rempang Eco-City. Kalau Rempang Eco-City itu dimasukkan, realisasi investasinya besar otomatis pencapaian investasi di Batam sangat besar,” ujar Susiwijono.
Itu sebabnya, aku Susiwijono, pembangunan infrastruktur yang dilakukan masa kepemimpinan Muhammad Rudi sangat berpengaruh besar menggaet investor masuk ke Batam.
“Tapi, ingat pak Rudi, jangan infrastruktur saja yang dibangun. Utilitas juga dipersiapkan, karena makin maju investasi maka kebutuhan utilitas juga besar. Seperti daya dukung air bersih, ketersediaan listrik, dan lainnya,” kata Susiwijono mengingatkan.
Diakui Susiwijono, saat ini lahan investasi untuk pusat kota (maindland) sudah sangat sedikit. Sehingga, pengembangan ke depan ke arah Barelang.
“Apapun itu untuk investasi, kalau daerah kota lahannya sudah penuh maka pengembangan investasi dipindahkan ke Barelang,” ujar Susiwijono.
Sementara itu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menegaskan akan melanjutkan pembangunan infrastruktur sebagai daya ungkit menarik investor masuk ke Batam.
Untuk utilitas seperti air, ungkap Rudi, tiga waduk Water Treatment Plant (WTP) sudah dibangun di Batam yaitu WTP 500 liter/ detik di Waduk Duriangkang, WTP 200 liter/ detik di Waduk Tembesi, dan WTP 230 liter/ detik di Waduk Monggak.
“Berikutnya nanti penggantian pipa, supaya jaringan lama diganti dengan yang lebih besar untuk kebutuhan masa mendatang,” papar Rudi.
Sedangkan kebutuhan listrik, kata Rudi, kewenangan tidak ada sama BP Batam, sehingga mengembalikannya kepada Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiharso selaku Ketua Dewas BP Batam, melobi kementerian/ lembaga terkait dengan listrik, agar ketersediannya terjamin mendukung investasi di Batam.
“Pencapaian realisasi investasi ini masuk Batam, semua kembalinya pada pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya senantiasa mengimbau, mohon bantu kami. Mari kita solid, jangan mau dipecah belah membangun Batam ini,” pinta Rudi. (asa)







