BATAM (Kepri.co.id) – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi tulang punggung perekonomian Batam. Data Disperindag dan Dinas Koperasi serta UKM Kota Batam mencatat, ada lebih dari 81.486 UMKM terdaftar, namun hanya sebagian kecil yang benar-benar mampu menembus pasar lebih luas.
Kondisi ini mendorong Tim Universitas Internasional Batam (UIB) untuk melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat (PKM), yang didanai oleh Kemenristek Pendidikan Tinggi melalui program Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) 2025.
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu CRM (Customer Relationship Management), yakni strategi dan teknologi untuk mengelola interaksi dengan pelanggan dan calon pelanggan, dengan tujuan meningkatkan loyalitas, kepuasan, dan pendapatan melalui pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan dan preferensi mereka.
Tim yang diketuai oleh Dr Golan Hasan SE MSi ini, berfokus pada penguatan strategi pemasaran dan hubungan pelanggan (Customer Relationship Management/ CRM), dengan tetap mengedepankan kearifan lokal para pelaku UMKM.

UMKM Thrift Shop jadi Mitra
Salah satu mitra yang mendapat pendampingan adalah Olshop by Rusiana Tarigan, sebuah usaha thrift shop berbasis daring. Melalui program ini, UMKM didorong untuk meningkatkan kualitas produk, pelayanan, strategi pemasaran, hingga pengelolaan logistik.
Pendekatan yang dilakukan meliputi pelatihan, pendampingan, dan observasi langsung, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital. Media sosial menjadi kanal utama interaksi dengan pelanggan, di mana keterampilan komunikasi yang ramah, cepat, dan transparan terbukti memperkuat kepercayaan serta loyalitas konsumen.
Media Sosial sebagai Kunci
Strategi pemasaran dengan live Facebook dinilai cukup efektif membangun keterlibatan pelanggan. Namun, tantangan muncul pada platform lain seperti TikTok yang masih belum optimal dimanfaatkan.
Dari sisi logistik, ditemukan kendala berupa keterlambatan pasokan produk impor, yang berimbas pada keterbatasan variasi barang. Temuan ini, memberi wawasan baru bagi pelaku UMKM, untuk lebih adaptif dalam mengantisipasi rantai pasok.
Integrasi untuk UMKM Berkelanjutan
Secara umum, program ini menunjukkan bahwa integrasi CRM, strategi pemasaran digital, dan pengelolaan logistik merupakan pondasi penting bagi UMKM, agar dapat bersaing di era digital. Dengan pendekatan berbasis kearifan lokal, UMKM tidak hanya memperkuat daya saing, tetapi juga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan lebih dekat dengan masyarakat. (asa)
BERITA TERKAIT:
Ekonomi Kepri Tumbuh 6,51 Persen Tertinggi se-Sumatera
Universitas Al Azhar Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Universitas Asal Xinjiang, China
Amsakar Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan, Dorong Daya Saing Tenaga Kerja Lokal
Indonesia-China Terus Perkuat Kerja Sama Pendidikan Vokasi
Universitas Tanjungpura dan Perguruan Tinggi China Perkuat Kerja Sama Pendidikan
Pendidikan Bantu Tingkatkan Kerja Sama dan Pertukaran Antara China dan Indonesia
Asia Tetap Jadi Mesin Pertumbuhan Utama bagi Perekonomian Global
China dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Perikanan untuk Majukan Ekonomi Biru Berkelanjutan







