Penghargaan Sains Unik Apresiasi Kekuatan Rasa Ingin Tahu

Penghargaan Sains Unik Apresiasi Kekuatan Rasa Ingin Tahu
Sepuluh penelitian inovatif dianugerahi penghargaan di acara tahunan Pineapple Science Award di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China timur, pada 23 November 2024. (F. Xinhua)

HANGZHOU (Kepri.co.id – Xinhua) – Bir terasa lebih enak jika didinginkan, jeruk selalu dijual dalam kantong jaring berwarna merah, dan janin tampak meringis saat sang ibu mengonsumsi kangkung, tetapi janin terlihat tersenyum saat terpapar rasa wortel.

Penjelasan ilmiah fenomena unik tersebut, dapat ditemukan dalam sepuluh penelitian inovatif yang dianugerahi penghargaan di acara tahunan Pineapple Science Award yang digelar di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China timur, Sabtu (23/11/2024).

Baca Juga: Ilmuwan China Temukan Metode Baru untuk Tingkatkan Rasa Manis pada Tomat

Semangka yang tertinggal di dalam freezer mendadak menjadi inspirasi bagi tim Profesor Sun Licheng di Universitas Westlake.

Melalui serangkaian penelitian eksplorasi, para peneliti meniru struktur membran kulit semangka, untuk mengembangkan membran pertukaran anion artifisial yang terinspirasi oleh alam (artificial bio-inspired anion-exchange membranes) berkinerja tinggi, dengan penerapan industri yang menjanjikan.

Pencapaian ilmiah yang inovatif ini, terlahir dari momen yang tampaknya biasa saja, membuat tim tersebut diganjar penghargaan “moment of inspiration” di acara tersebut.

Membran kulit yang digunakan oleh tim peneliti itu, mengacu pada lapisan luar kulit semangka yang tipis dan berwarna hijau.

Baca Juga: China Luncurkan Robot “Ahli Kimia” yang Siap Memacu Transformasi Laboratorium Sains

Ketika dibekukan dan dikupas, ketebalan kulit sekitar 75 mikron, kira-kira seukuran diameter rambut manusia, kata Dr Liu Qinglu, anggota dari tim peneliti Sun.

Liu menambahkan pengujian yang mereka lakukan, menyingkap bahwa lapisan tersebut merupakan lapisan pengangkut ion yang efisien, elemen krusial dalam menciptakan sistem elektrokimia yang terinspirasi oleh alam.

Penemuan itu tidak akan mungkin terjadi, tanpa keingintahuan tim terhadap fenomena yang tak terduga, kata Liu.

Melalui pemindaian ultrasonografi, tim peneliti dari Universitas Durham di Inggris menemukan, janin dapat merasakan dan mencium rasa saat di dalam rahim.

Baca Juga: Satelit Astronomi Einstein Probe Milik China Singkap Fakta Baru Alam Semesta

Menariknya, janin dapat merespons rasa wortel dengan ekspresi wajah menyerupai senyuman, sementara rasa kangkung membuat janin meringis tidak suka, menurut Beyza Ustun, anggota di tim peneliti tersebut.

Para peneliti meyakini, temuan tersebut memberikan wawasan berharga tentang perkembangan reseptor rasa dan penciuman, serta persepsi relevan dan pembentukan memori pada manusia.

Penelitian mengenai preferensi rasa pada janin itu, akhirnya memenangkan Pineapple Science Award dalam bidang kedokteran.

Pineapple Science Award tahun ini, mengakui serangkaian penelitian menarik yang mengeksplorasi prinsip-prinsip ilmiah di balik fenomena yang tak biasa.

Baca Juga: China Bangun Bola Transparan Bawah Tanah Terbesar di Dunia untuk Tangkap “Partikel Hantu”

Para pemenang juga menyertakan penelitian tentang mengapa “wangi bayi” begitu menarik, jenis kertas apa yang paling mudah melukai kulit, bagaimana laba-laba memanipulasi kunang-kunang agar memancarkan sinyal kawin untuk memikat mangsa, dan rahasia bagaimana bau unik manusia membantu nyamuk memilih santapan berikutnya.

“Sangat penting untuk menggabungkan sains dengan minat. Hanya dengan minat, seseorang dapat memperoleh motivasi mencari jawaban dan mengembangkan semangat mencari kebenaran dan melakukan penyelidikan ilmiah,” ujar Fu Xinhua, seorang profesor di Universitas Pertanian Huazhong.

Dibimbing Asosiasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Zhejiang dan diorganisasi Museum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Zhejiang, Pineapple Science Award merupakan sebuah inisiatif komunikasi sains publik.

Diluncurkan tahun 2012, acara itu diadakan setiap tahun untuk mengapresiasi berbagai penelitian dan penemuan ilmiah yang imajinatif.

Baca Juga: Ilmuwan China Sembuhkan Pasien Diabetes Tipe 1 Secara Klinis via Terapi CiPSC-islet

Setiap tahun, 10 proyek pemenang dipilih dari berbagai disiplin ilmu. Seperti psikologi, fisika, dan matematika.

Selain itu, semua studi yang memenangkan penghargaan, didasarkan pada temuan akademis yang dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah. (amr/ xinhua-news.com)