Ansar Tunjukkan Kepiawaiannya Melobi, Dapat Dana Hibah Investasi Infrastruktur

Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad bersilaturahmi dengan Tim Compact Development Team (CDT) dan Tim MCC di Kedai Kopi Batu 10 Tanjungpinang, Senin (24/7/2023). (F. dok humas pemprov kepri)

TANJUNGPINANG (Kepri.co.id) – Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad menunjukkan kepiawaiannya melobi untuk dana pembangunan masuk ke Provinsi Kepri.

Salah satu yang dilobi Ansar, memperkuat kerja sama dengan Millenium Challenge Corporation (MCC) melalui program Compact-2, yang menetapkan Kepri sebagai salah satu dari lima provinsi di Indonesia mendapatkan hibah investasi.

Baca Juga: Ansar Tukang Lobi Ulung, Temui Bapanas dan Bawa Pulang Cold Storage serta Kontainer

Hibah investasi ini, bertujuan mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah Kepri, khususnya Pengembangan Pelabuhan Kuala Riau, Tanjungpinang.

Upaya mempercepat program Compact-2, Gubernur Ansar mengadakan silaturahmi dengan Tim Compact Development Team (CDT) dan Tim MCC di Kedai Kopi Batu 10 Tanjungpinang, Senin (24/7/2023).

Dalam pertemuan ini, Ansar dan tim membahas langkah lebih lanjut mengembangkan program Compact-2 di Provinsi Kepri.

BACA JUGA:   LMI dan KTH Tanam 1.000 Pohon Buah, Lestarikan Hutan Serta Buahnya Bisa Dikonsumsi

Ansar menyampaikan, tim dari MCC datang memastikan langkah selanjutnya dalam program Compact-2. Ia optimis, pembiayaan infrastruktur untuk Pengembangan Pelabuhan Kuala Riau, Tanjungpinang dari MCC dapat mencapai angka maksimal, dan Pemprov akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.

“Jika kita memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan, termasuk isu lingkungan, pemberdayaan ekonomi, dan penataan kawasan, saya yakin nilai hibahnya akan jauh lebih besar,” kata Ansar.

Ansar memiliki keyakinan, nilai hibah yang diberikan MCC akan lebih besar, sehingga pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara menyeluruh dari sisi pelabuhan internasional hingga Gurindam 12, bahkan mencakup area Gudang Minyak.

BACA JUGA:   Cegah Korupsi Pengelolaan Dana Desa, Teken Kesepakatan Jaksa Garda Desa

Pengembangan Pelabuhan Kuala Riau, juga diperkirakan memiliki Indikasi Economic Return Rate (ERR) antara 14 hingga 20 persen, yang menjadikan Kepri berada di posisi yang kuat mendapatkan hibah maksimal.

“Nantinya, selain dibangun berbagai fasilitas tambahan, kami juga akan membangun pergudangan dan cold storage. Pelantar II akan kami benahi sebagai pusat penjualan hasil laut, serta kami akan menyediakan tempat untuk UMKM agar produk lokal juga dapat didorong,” ujar Ansar.

Selain itu, Ansar menekankan pentingnya isu lingkungan dalam program ini, karena merupakan salah satu indikator penilaian. Untuk itu, langkah awal akan fokus pada penataan lingkungan sekitar.

“Ke depan akan kita kejar penataan lingkungan, terkait dengan kebersihan lingkungan. Sementara kita tangani dulu, agar ke depan kegiatan ini terintegrasikan dengan program MCC yang akan dilaksanakan,” tambahnya.

BACA JUGA:   Sebanyak 118 Personal Polda Kepri dan 192 Satuan Wilayah Polda Kepri Naik Pangkat

Program Compact-2 dari MCC ini, menjadi kesempatan emas bagi Provinsi Kepri mengembangkan wilayahnya, meningkatkan perekonomian, dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan kerja sama yang terkoordinasi antara Pemprov Kepri, Tim CDT, dan Tim MCC, diharapkan Pengembangan Pelabuhan Kuala Riau, Tanjungpinang dapat menjadi proyek strategis yang sukses dan berdampak positif bagi masyarakat di seluruh Kepri. (hen)