Mal, Hotel, dan Bank Banyak Berdiri, Warga Minta Jalan Tengku Sulung Dua Jalur

Kondisi lalu lintas Jalan Tengku Sulung Batam Center. (F. asa)

BATAM (Kepri.co.id) – Warga Perumahan Taman Raya Batam Center dan sekitarnya, meminta jalan Tengku Sulung yang menghubungkan Jalan M Saleh Dotamana sampai bundaran SMA Negeri 3 dibuat dua jalur.

“Jalan Tengku Sulung sudah sempit dan tak layak lagi. Kalau pagi saat masuk jam kerja dan anak sekolah, Jalan Tengku Sulung macetnya minta ampun,” ujar Arifin, salah satu tokoh masyarakat di Perumahan Taman Raya, Kamis (20/7/2023).

Sepanjang Jalan Tengku Sulung, lanjut Arifin, sudah berdiri pusat-pusat bisnis mulai dari mal, hotel, supermarket, perbankan, dan lainnya.

BACA JUGA:   Pembebasan Lahan Hunian Masyarakat Rempang Sisa Tiga Persil

Bank saja, kata Arifin, mulai dari bank plat merah hingga swasta ada di sekitaran Jalan Tengku Sulung dan Jalan M Saleh Dotamana.

Antara lain Bank BTN, Mandiri, Mandiri Syariah, BNI, Riau Kepri Syariah, BCA, CIMB Niaga, Maybank, BPR Sejahtera, BPR Banda Raya, dan lainnya.

Kondisi lalulintas lintas di Jalan M Saleh Batam Center. (F. asa)

Hotel antara lain Hotel RedDoorz,
Ondos Hotel, OS Hotel Batam, Botania Homestay & Cafe.

BACA JUGA:   Kapolda Cek Kesiapan Personel Operasi Lilin Seligi 2023

“Pusat Perbelanjaan Mall Botania 1, Taman Raya Square (Taras), Indomaret, Alfamart, dan banyak lagi. Dari sini jelas, wajar kalau Jalan Tengku Sulung dan M Saleh dibuat 2 jalur. Biar lalu lintas lancar,” harap Arifin.

Sementara itu, Asril, pedagang di Jalan M Saleh, berharap Jalan Tengku Sulung dan M Saleh dibuat dua jalur.

“Sebagai pembayar pajak yang taat, kami meminta kesediaan dan kerendahan hati pemerintah dan dewan, menganggarkan dua jalur Jalan Tengku Sulung dan M Saleh,” pintan Asril.

BACA JUGA:   Rudi Gesa Pelebaran Jalan dari Kepri Mall ke Batuaji

Asril juga menantang pejabat pemerintah maupun dewan, sekali-kali lewat jam masuk kerja pagi hari dan jam pulang kerja, Jalan Tengku Sulung dan M Saleh macet.

“Kalau pas hujan lebih parah lagi macetnya. Tolonglah, sebagai daerah pusat pertumbuhan ekonomi, tolong dong infrastruktur jalannya dibenahi,” ujar Asril. (asa)