BATAM (Kepri.co.id) – Sebanyak 387 kepala keluarga (KK) telah mendaftar menempati hunian baru, dampak pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City.
Dari yang mendaftar tersebut, 220 KK berasal dari Kelurahan Sembulang dan 167 KK lainnya merupakan warga Kelurahan Rempang Cate.
BP Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, memprediksi, jumlah tersebut akan terus bertambah. Seiring sosialisasi yang terus berlangsung hingga saat ini.
Selain itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam telah melakukan peletakan batu pertama empat rumah contoh warga terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon, Rabu (10/1/2024) lalu.
“Untuk jumlah warga yang telah berkonsultasi sebanyak 586 KK. Kita berharap, angka ini bisa terus meningkat seiring telah dimulai pembangunan tahap awal empat rumah contoh untuk warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City,” ujar Ariastuty, Selasa (16/1/2024).
Ia tak menampik, hampir sebagian besar warga Rempang mulai mendukung realisasi proyek yang masuk dalam daftar PSN tersebut. Hal tersebut, tak terlepas dari komitmen BP Batam memprioritaskan pemenuhan hak-hak warga Rempang.
“Semoga pembangunan rumah atau hunian baru bisa selesai sesuai target, jadi tidak ada lagi keraguan dari warga. Karena tujuan pemerintah menyejahterakan masyarakatnya,” tambah Ariastuty.
Ia juga menyampaikan, sebanyak 94 KK telah menempati hunian sementara.
“BP Batam akan terus memfasilitasi pergeseran terhadap warga secara maksimal,” pungkasnya. (rud)







