Pakar Brasil Sebut China Jangkar Utama Pertumbuhan Dunia di Tengah Tantangan Global

Pakar Brasil Sebut China Jangkar Utama Pertumbuhan Dunia di Tengah Tantangan Global
Orang-orang mengamati sistem pertambangan pintar di stan CiDi Inc di area eksibisi Rantai Manufaktur Mutakhir (Advanced Manufacturing Chain), dalam Pameran Rantai Pasokan Internasional China (China International Supply Chain Expo/ CISCE) kedua di Beijing, ibu kota China, pada 27 November 2024. (F. Xinhua/Zhang Haofu)

RIO DE JANEIRO (Kepri.co.id – Xinhua) – Kontribusi China terhadap pertumbuhan global yang mencapai sekitar 30 persen, menggarisbawahi perannya sebagai jangkar ekonomi utama meski menghadapi berbagai tantangan global, kata seorang akademisi Brasil dalam sebuah wawancara dengan Xinhua.

Produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 4,8 persen dalam tiga kuartal pertama tahun 2024, menyoroti faktor-faktor fundamental ekonomi China yang kuat, kondisi yang menguntungkan, ketahanan yang tangguh, dan potensi besar yang tidak berubah.

Baca Juga: Produsen Permesinan China Petik Keuntungan dari Kerja Sama BRICS

Sementara tren umum pembangunan berkualitas tinggi dan kemajuan yang stabil mereka tetap terjaga, kata Evandro Carvalho, seorang profesor di yayasan pendidikan bergengsi di Brasil, Getulio Vargas Foundation.

Ke depan, China memutuskan mengadopsi kebijakan fiskal yang lebih proaktif serta kebijakan moneter yang cukup longgar guna menstabilkan ekonomi, meningkatkan konsumsi, dan memperluas permintaan domestik, katanya.

Baca Juga: J.P. Morgan Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China Tahun 2024 jadi 5,2 Persen

Carvalho menilai langkah-langkah ini, sebagai respons strategis terhadap perlambatan global dan tantangan domestik.

“Menerapkan kebijakan fiskal yang (lebih) proaktif, menunjukkan komitmen China mempertahankan tren kenaikan ekonominya di tengah berbagai ketidakpastian,” urainya.

Baca Juga: Pariwisata Genjot Pembangunan Sosial dan Ekonomi China

“Saya yakin kebijakan ini akan mendorong konsumsi dan memperluas permintaan domestik, mengurangi ketergantungan pada ekspor dan meningkatkan dinamika ekonomi internal,” katanya.

Di samping menerapkan langkah-langkah fiskal ini, China memprioritaskan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), guna memperkuat daya saing globalnya di berbagai sektor seperti energi hijau, kecerdasan buatan, dan bioteknologi.

Baca Juga: Konsumsi Bergairah pada Q1 2024, Cerminkan Ketangguhan Ekonomi China

Carvalho menilai, upaya-upaya ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas dari China, untuk memodernisasi sistem industrinya.

Selain strategi domestik, China juga mengambil langkah-langkah signifikan membuka ekonominya lebih lanjut kepada dunia. Hal ini, tercermin dalam kebijakannya menghapus berbagai pembatasan akses pasar bagi investor asing di sektor manufakturnya.

Baca Juga: Rute Batam-China Dibuka, Rudi Harap Berdampak Tingkatkan Ekonomi

Langkah ini kemungkinan akan menarik investasi asing yang lebih berkualitas ke dalam industrinya, sekaligus memperdalam integrasi China ke dalam rantai pasokan global, ujarnya.

Sementara itu, dia menyarankan agar China terus meningkatkan konsumsi domestik dan memperdalam reformasi keuangan, guna menjaga stabilitas dan kemajuan.

Baca Juga: Skema Tukar Tambah di China Genjot Penjualan Peralatan Rumah Tangga Tembus 200 Miliar Yuan

“Kinerja ekonomi China tahun 2024, menunjukkan ketahanan terhadap tantangan-tantangan global, dengan pertumbuhan stabil yang didorong reformasi strategis dan kebijakan inovatif. Keseluruhan perkembangan ini, menunjukkan stabilisasi dan kemampuan beradaptasi,” kata Carvalho. (amr/ xinhua-news.com)