Cen Sui Lan Bawa Duit Rp6 Miliar ke Karimun

Cen Sui Lan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri reses ke Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Sei Bati Karimun, beberapa waktu lalu. (F. dok csl)

KARIMUN (Kepri.co.id)– Cen Sui Lan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri, kecintaannya membangun Kepri seakan tak terbantahkan.

Kali ini, Cen Sui Lan membawa uang Rp6 miliar ke Karimun dalam bentuk pembangunan pagar bandar udara (Bandara) Raja Haji Abdullah (RHA) Sei Bati Karimun.

Penambahan anggaran untuk bandara RHA Seibati Karimun, itu disetujui ketika Cen Sui Lan menyampaikan perlunya pembangunan pagar bandara, dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi V DPR RI dengan Novie Riyanto selaku Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan RI.

Salah satu pesawat di Bandara RHA Seibati Karimun. (F. dok csl)

RDP dilaksanakan di ruang rapat Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta, pekan lalu. Pada saat RDP, Cen Sui Lan memberikan penjelasan kepada Novie Riyanto, keamanan penerbangan di Bandara RHA Seibati Karimun sangat membahayakan.

Baca Juga: Airlangga Bantu Rp100 Juta Vihara se-Kepri, Dititip Lewat Cen Sui Lan

BACA JUGA:   Melawan saat Ditangkap, Petugas Lumpuhkan Penjambret WNA asal Belanda

Setiap pesawat mendarat (landing) selalu menempatkan beberapa petugas di titik-titik setiap celah bandara, yang dinilai rawan dimasuki hewan atau manusia. Sebab, bandara RHA di Kabupaten Karimun belum dipagar,” ujar Cen Sui Lan.

Masalah pagar Bandara RHA Karimun, ini sudah disampaikan sebelumnya oleh Agus Susanto selaku Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah II Sumatera (Kepri, Riau, Sumut, Aceh), serta Fanani Zuhri sebagai Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Karimun, ketika mendampingi Cen Sui Lan kunjungan kerja pengawasan Maret 2022 lalu, ke Bandara RHA Karimun.

Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng, Cen Sui Lan Tuntaskan Dana Aspirasinya Rp9 Miliar Program KOTAKU

Mendapat masukan dari stakeholder, Cen Sui Lan berjanji akan membawa masalah pagar Bandara RHA Seibati Karimun kepada Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Kemenhub RI.

“Ketika RDP pekan kemarin, langsung saya mintakan pembangunan pagar tersebut. Alhamdulillah, Pak Dirjen sependapat dengan saya. Tahun anggaran 2022 ini dialokasikan dana Rp6 miliar, untuk pembangunan pagar Bandara RHA Karimun itu,” tegas Cen Sui Lan kepada wartawan, Senin (11/4/2022).

BACA JUGA:   Pria Dewasa Rudapkasa Anak di Bawah Umur

Setelah RDP Komisi V DPR RI dengan Dirjen Hubud, Cen Sui Lan langsung menghubungi Agus Susanto sebagai Kepala Otban dan Fanani Zuhri selaku Kepala Bandara Karimun, agar segera menyiapkan administrasinya.

Baca Juga: Kaget di Lingga Ada Miskin Ekstrem, Cen Sui Lan Gerak Cepat Atasi Pakai Dana Aspirasi

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Biro Perencanaan Ditjen Hubud, biar masuk program pergeseran untuk tahun anggaran 2022 ini,” aku Cen Sui Lan.

Hasil kunjungan kerja (reses) Cen Sui Lan sebagai Anggota Komisi V DPR RI, akan menjadi prioritas. Hal ini berdasarkan Undang-Undang (UU) APBN dan UU Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (MD3) RI.

BACA JUGA:   KLHK Bersinergi BP Batam Jaga Kelestarian Taman Wisata Alam Mukakuning

“Itu kan kewenangan yang diamanatkan ke saya,” kata Cen Sui Lan menambahkan.

Sebelumnya, Cen Sui Lan melakukan kunjungan reses sekaligus meninjau Bandara RHA Karimun.

Dari hasil peninjauan tersebut, Cen Sui Lan mengatakan, kegiatan peningkatan bandar udara se-Provinsi Kepri juga disetujui pemerintah pusat.

Namun, kegiatan itu dijalankan dengan program padat karya tunai, untuk masyarakat sekitar bandara. Kegiatan itu seperti pengerjaan potong rumput, pengecatan, pembersihan saluran bandara, dan kegiatan kegiatan yang tidak membutuhkan teknologi.

Tahun 2021 lalu, pemerintah pusat memberikan penambahan anggaran untuk perpanjangan 400 meter run way Bandara RHA Karimun sekitar Rp15 miliar.

Nilai itu juga disetujui Dirjen Hubud Kementerian Perhubungan RI. Tahun 2022 ini, dibangun pagar di sekitar Bandara RHA Karimun dengan anggaran mencapai Rp6 miliar. (asa)