Kaget di Lingga Ada Miskin Ekstrem, Cen Sui Lan Gerak Cepat Atasi Pakai Dana Aspirasi

Cen Sui Lan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar dapil Kepri, kaget di Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu. (F. dok csl)

BATAM (Kepri.co.id) – Cen Sui Lan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar dapil Kepri, kaget di Kabupaten Lingga ada sejumlah kepala keluarga (KK) kategori miskin ekstrem.

Data warga miskin ekstrem ini terungkap, setelah Sekretariat Wakil Presiden meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR} melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, menyajikan data-data tentang Kabupaten Lingga di Provinsi Kepri, agar dimasukan ke dalam kelompok daerah miskin ekstrem.

“Saya terus terang kaget, kok di dapil saya ada warga miskin ekstrem. Langsung saya putuskan, gunakan dana aspirasi membantu warga miskin ekstrem tersebut,” ujar Cen Sui Lan kepada wartawan di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (10/4/2022).

Cen Sui Lan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar dapil Kepri menyapa warga Lingga yang mendapatkan program bedah rumah dari dana aspirasi Cen Sui Lan. (F. dok csl)

Diskresi (keringanan) serta intervensi yang dilakukan Cen Sui Lan, melalui sejumlah program. Antara lain program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau lebih dikenal bedah rumah.

Kemudian, Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW)) dan pengadaan listrik pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta program halte laut di Kabupaten Lingga tahun anggaran 2022.

Baca Juga: Cen Sui Lan Bantu 17 Masjid dan Musala untuk Kenyamanan Ibadah Ramadan

Cen Sui Lan mengungkapkan, dirinya sudah meminta laporan dan penjelasan dari Kepala BPIW Kementerian PUPR, Rahman Arief Dienaputra tentang miskin ekstrem di Kabupaten Lingga.

Hasilnya, didapat data ada 212 kepala keluarga (KK) yang masuk miskin ekstrem.

“Terhadap 212 KK miskin ekstrem itu, saya agendakan harus masuk di program aspirasi saya melalui program BSPS atau bedah rumah tahun anggaran 2022 ini,” tegas Cen Sui Lan.

BACA JUGA:   Gubernur Hadiri HUT ke-20 Kabupaten Lingga

Baca Juga: Airlangga Bantu Rp100 Juta Vihara se-Kepri, Dititip Lewat Cen Sui Lan

Hal ini disampaikan Cen Sui Lan, ketika mempertajam pertanyaan tentang miskin ekstrem di Kabupaten Lingga, itu kepada Arief Rahma Dienaputra saat RDP dengan Komisi V DPR RI.

“Mana yang bisa saya intervensi dengan dana program aspirasi saya, akan diintervensi. Juga melakukan intervensi dengan program PISEW yang juga berasal dari aspirasi saya, akan dialokasikan tiga program di sana,” ungkap Cen Sui Lan.

Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng, Cen Sui Lan Tuntaskan Dana Aspirasinya Rp9 Miliar Program KOTAKU

Setelah RDP, Cen Sui Lan langsung berkoordinasi dengan Muhammad Nizar sebagai Bupati Lingga. Cen Sui Lan meminta data by name by address dari 212 KK yang masuk kelompok miskin ekstrem di Kabupaten Lingga.

“Sebanyak 212 KK itu terdapat di Kecamatan Senayang, Katang Bidare, Temiang Pesisir, Bakung Serumpun, dan Kepulauan Posek,” ujar Cen Sui Lan.

“Saya juga meminta kepada Sui Hiok, Anggota DPRD Kabupaten Lingga yang berasal dari dapil kecamatan tersebut, untuk berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat di daerah penerima program tersebut. Agar tervalidasi dengan baik,” imbuhnya.

Baca Juga: Golkar Empati Penderitaan Rakyat, Bagi Minyak Goreng di Tanjungpiayu

Cen Sui Lan meminta kepada Sui Hiok, agar mengirimkan data-data tentang keperluan program PLTS untuk rumah tangga yang miskin ekstrem tersebut.

BACA JUGA:   Lahan Kawasan FTZ BP Batam, Alasan Aset Jalan Provinsi di Batam Diserahkan ke Pemko Batam

Melalui Kementerian Perhubungan, Cen Sui Lan akan melakukan intervensi membangun halte laut di daerah-daerah tersebut.

Melalui halte laut ini, konektivitas daerah di wilayah Kabupaten Lingga dapat tersambungkan dengan daerah sekitarnya.

“Karena, kita memang daerah kepulauan. Saya sudah mintakan kepada Komjen Pol Budi Setiadi selaku Dirjen Hubdat Kementerian Perhubungan, untuk membangun halte laut tersebut. Alhamdulillah, beliau sudah menyetujui,” tambahnya.

Sementara itu, Cen Sui Lan juga meminta Bupati Lingga atau Kadis Perhubungan Kabupaten Lingga, segera berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) wilayah Kepri dan Riau Ditjen Hubdat yang menjadi tugas fungsi dan unit organisasi, dalam program halte laut ini.

“Supaya survei investigasi desain (SID) dan rencana anggaran biaya (RAB) kegiatan, masuk untuk tahun anggaran 2022 ini,” pinta Cen Sui Lan.

Sedangkan untuk program PISEW di desa-desa yang terdapat warga miskin ekstrem di Kabupaten Lingga itu, Cen Sui Lan membuat kebijakan diskresi agar PISEW bisa masuk ke sana.

Setelah berkoordinasi dengan Diana Kusumastuti selaku Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, program PISEW ini bisa dimasukan. Karena sebelumnya harus ada batas desa tetangga.

“Saya diskresikan, karena ada satu desa satu pulau, tetangga laut. Kriteria harus disesuaikan dengan geografi dan demografi, daerah kami daerah kepulauan. Akhirnya, kriteria tersebut harus sesuai daerah kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau,” jelas Cen Sui Lan.

BACA JUGA:   Ribuan Siswa dan Mahasiswa Senam Sehat Pemuda
Cen Sui Lan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar dapil Kepri meninjau program bedah rumah dan PISEW di Kabupaten Lingga dari dana aspirasi Cen Sui Lan. (F. dok csl)

BSPS dan PISEW di Lingga

Sebelumnya, Cen Sui Lan telah meresmikan penggunaan rumah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) senilai Rp10 miliar di Kabupaten Lingga, Oktober tahun 2021 lalu.

Program BSPS atau bedah rumah bagi warga kurang mampu, ini merupakan program aspirasi Cen Sui Lan di Kabupaten Lingga.

Program BSPS ini diberikan kepada sebanyak 500 unit yang tersebar di seluruh Kabupaten Lingga. Satu rumah mendapatkan bantuan Rp20 juta.

Selain itu, Cen Sui Lan telah meresmikan lima kegiatan PISEW senilai Rp3 miliar di Kabupaten Lingga, Oktober 2021 lalu. Peresmian lima kegiatan PISEW, ini dipusatkan di Desa Duara, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga.

Sebanyak lima kegiatan PISEW se-Kabupaten Lingga senilai Rp3 miliar, ini berasal dari aspirasi Cen Sui Lan.

Masing-masing lokasi atau di setiap desa mendapatkan alokasi dana Rp600 juta, dalam bentuk kegiatan pembangunan infrastruktur.

Lima desa yang mendapat kegiatan PISEW di Kabupaten Lingga, antara lain Desa Duara dan Desa Sungai Besar di Kecamatan Lingga Utara. Kemudian, Desa Benan dan Desa Mensanak di Kecamatan Katang Bidare. Serta Desa Kelumu di Kecamatan Lingga.

Kemudian Desa Pekaka Kecamatan Lingga Timur dan Desa Mamut, yang bisa konektivitas untuk enam desa lainnya di Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga. (asa)