SHENZHEN (Kepri.co.id – Xinhua) – “Ini adalah kali pertama saya mengendarai mobil listrik semacam ini, dan saya sangat terkesan dengan kecanggihan teknologi perusahaan Shenzhen dan China (secara keseluruhan),” ungkap Syamsul Anwar, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, organisasi keagamaan Islam nonpemerintah di Indonesia, dalam kunjungannya ke kantor pusat BYD Company di Shenzhen.
Dia mengamati model unggulan perusahaan itu, Yuanwang U8, mendemonstrasikan parkir otomatis, sistem U-turn , dan akselerasi 0 hingga 100 kilometer/ jam dalam 3,6 detik, serta memuji kendaraan-kendaraan listrik China.
BYD secara resmi memasuki pasar Indonesia, untuk kendaraan penumpang energi baru pada Januari 2024, dan baru-baru ini menggelar upacara pengiriman untuk batch pertama 1.000 unit kendaraan energi baru (new energy vehicle/ NEV).
Delegasi tersebut mengunjungi BYD, mempelajari proses pengembangan perusahaan itu dan berbagai inovasi teknologi, serta berkesempatan melakukan uji berkendara (test drive) dengan Yuanwang U8.
Dari 9 hingga 10 Juli 2024, delegasi Muhammadiyah mengunjungi Shenzhen. Mereka menyambangi sejumlah perusahaan teknologi tinggi seperti Hytera dan BYD, dan juga mengunjungi Ruang Pameran Reformasi dan Keterbukaan (Exhibition Hall of Reform and Open Up), memperdalam pemahaman mereka tentang inovasi teknologi Shenzhen dan belajar dari pengalamannya melakukan reformasi dan keterbukaan.
Syamsul Anwar mengungkapkan, China kini telah menjadi sebuah negara kuat dengan kemampuan teknologi tinggi dan kapasitas investasi. China dan Indonesia dapat memperkuat kerja sama saling menguntungkan di bidang-bidang yang disebutkan di atas, untuk mencapai pembangunan dan kesejahteraan bersama.
Dalam kunjungan mereka ke Hytera, delegasi itu mencermati secara rinci berbagai produk dan teknologi perusahaan tersebut. Mereka berhenti mengamati beragam benda yang dipamerkan,

Seperti stasiun pangkalan yang ditingkatkan, terminal di dalam kendaraan (in-vehicle), dan alat perekam penegakan hukum, serta menanyakan tentang parameter terkait, dan skenario penerapan produk-produk tersebut.
Hytera mendirikan sebuah anak perusahaan di Indonesia tahun 2018, memberikan dukungan kepada para mitra dan pelanggan di berbagai industri seperti keselamatan publik, minyak dan gas, pertambangan, penerbangan sipil, transportasi kereta, dan perdagangan.
Perusahaan itu juga menjadi mitra utama layanan komunikasi keamanan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 (Group of Twenty/ G 20) Indonesia 2022.
Kunjungan ke Shenzhen ini, merupakan tempat perhentian kedua dalam kunjungan delegasi Muhammadiyah ke China. Pesatnya perkembangan kota inovatif ini melalui reformasi dan keterbukaan, telah meninggalkan kesan mendalam bagi para delegasi.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, Sainuddin Nuddin Pempeng, mengaku, takjub atas pencapaian perekonomian Shenzhen hanya dalam kurun waktu 40 tahun, dan yakin Indonesia harus belajar dari Shenzhen.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Erwin Prasetyo, menyatakan, kunjungan ke Shenzhen telah mengubah persepsinya terhadap China.
Dia menyadari, China memang merupakan negara yang terbuka, dan pencapaian yang diraih Shenzhen dalam 40 tahun terakhir melakukan reformasi dan keterbukaan adalah buktinya. (asa/ xinhua-news.com)







