FUZHOU (Kepri.co.id – Xinhua) – Batch pertama 200 Kilogram (Kg) kelapa segar yang diimpor dari Indonesia tiba di Fuzhou, ibu kota Provinsi Fujian, China timur, pada Sabtu (12/4/2025).
Kedatangan kelapa impor ini menjadi sorotan terbaru dari kerja sama ekonomi dan perdagangan yang semakin erat antara China dan Indonesia tahun ini, yang menandai 75 tahun pembentukan hubungan diplomatik kedua negara.
Pada November 2024, Administrasi Umum Kepabeanan (General Administration of Customs/ GAC) China mengumumkan, pihaknya akan mengizinkan impor kelapa segar dari Indonesia yang memenuhi persyaratan-persyaratan terkait.
Dalam beberapa tahun terakhir, impor kelapa China menunjukkan tren peningkatan, dan pasar impornya menjadi semakin beragam, yang kini mencakup Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Permintaan pasar China yang sangat besar membuka ruang ekspor yang luas bagi kelapa dari Indonesia, yang merupakan salah satu produsen kelapa terbesar di dunia.
Menurut statistik bea cukai, volume perdagangan bilateral antara China dan Indonesia menembus angka 1 triliun Yuan (1 Yuan = Rp2.284) atau sekitar 138,72 miliar Dolar AS (1 Dolar AS = Rp16.779) untuk pertama kalinya pada 2024. Pada Januari dan Februari 2025, volumenya mencapai 172,57 miliar Yuan, naik 4,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Indonesia Percepat Ekspor Durian Segar ke China
Indonesia Akan Percepat Ekspor Durian dari Sulteng ke China
Malaysia Mulai Ekspor Durian Segar ke China
Berbagai Jenis Rempah Indonesia Curi Perhatian di Ajang CIIE ke-7
Dubes RI untuk China Optimis dengan Prospek Kerja Sama Indonesia-China
Menilik Kerja Sama Antara Guangxi dan Jawa Barat
Pelaku Bisnis Kopi Indonesia Bidik Pasar yang Sedang Tumbuh di China
Menilik Debut Paviliun Khusus Industri Kopi Dalam Pameran China-Asia Selatan di Yunnan







