Menilik Kerja Sama Antara Guangxi dan Jawa Barat

Menilik Kerja Sama Antara Guangxi dan Jawa Barat
Foto tak bertanggal ini, menunjukkan Inspektur Daerah Jawa Barat, Eni Rohyani sedang melakukan kunjungan di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (F. Xinhua/Zhao Huan)

NANNING (Kepri.co.id – Xinhua) – “Saya sangat terkesan dengan pengalaman saat berkunjung ke Guangxi. Di sini, tidak hanya terdapat budaya etnis minoritas yang kaya dan beragam, tetapi juga potensi kerja sama antara Jawa Barat dan Guangxi di bidang pendidikan, perdagangan, dan bidang-bidang lainnya, yang sangat kami nantikan,” demikian disampaikan Inspektur Daerah Provinsi Jawa Barat, Eni Rohyani dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Xinhua.

Belum lama ini, dalam seleksi yang diselenggarakan Asosiasi Rakyat China untuk Persahabatan dengan Negara-negara Asing (Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries/ CPAFFC), Provinsi Jawa Barat, yang merupakan provinsi kembar (sister province) dari Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, menerima penghargaan “Excellent Partner Award for Friendly Cities to China“.

Baca Juga: China-Indonesia Jalin Kerja Sama, Latih Tenaga Kerja Terampil bagi Industri Energi Baru dan Metalurgi

Provinsi Jawa Barat salah satu provinsi kembar yang paling sukses, dalam hal kerja sama investasi dengan Guangxi. Zona Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan China-Indonesia yang dibangun perusahaan Guangxi State Farms dan basis manufaktur kendaraan energi baru, yang didirikan di Indonesia oleh SAIC-GM-Wuling keduanya terletak di provinsi ini.

Sejak terjalinnya hubungan provinsi kembar antara Guangxi dan Jawa Barat, pertukaran persahabatan antara kedua belah pihak dalam kunjungan tingkat tinggi, kerja sama ekonomi dan perdagangan, serta pertukaran budaya terus-menerus bertambah kuat. Hubungan ini menjadi semakin erat dan persahabatan pun kian mendalam.

Baca Juga: China dan Indonesia Kerja Sama Bina Tenaga Terampil di Bidang Teknologi Metalurgi Canggih

Di ruang kelas berbagai pengajaran bahasa ASEAN di Guangxi minzu University, para pengajar asing dari negara-negara ASEAN membantu mahasiswa menguasai bahasa dan budaya negara-negara ASEAN melalui metode pengajaran yang beragam.

Dalam kunjungannya ke universitas tersebut, Eni menyampaikan, pemerintah Provinsi Jawa Barat memandang penting kerja sama antara Indonesia dan China.
Kunjungan ini bertujuan, mengimplementasikan kerja sama antara Indonesia dan China dalam pengembangan mahadata dan perlindungan lingkungan, yang akan semakin meningkatkan persahabatan antara kedua belah pihak.

Foto tak bertanggal ini, menunjukkan Inspektur Daerah Jawa Barat, Eni Rohyani sedang melakukan kunjungan di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (F. Xinhua/Zhao Huan)

Beberapa universitas dan institusi di Indonesia dan Guangxi Minzu University, telah mencapai hasil-hasil tertentu dalam pertukaran mahasiswa dan kerja sama penelitian ilmiah.

Baca Juga: Chery Mulai Ekspor Mobil Rakitan Pabrik Indonesia ke Luar Negeri

“Saya berharap kedua belah pihak dapat terus memperkuat kerja sama penelitian ilmiah, mempercepat transformasi dan penerapan pencapaian penelitian ilmiah, serta mendorong pengembangan budaya dan ekonomi bersama,” kata Eni.

Presiden Guangxi, Minzu University Wei Shizhen mengatakan, universitas tersebut berkomitmen membangun platform komunikasi antara China dan negara-negara Asia Tenggara.

Kampus tersebut telah bersama-sama mendirikan Institut Konfusius dengan Universitas Tanjungpura di Indonesia, dan memiliki pondasi persahabatan yang solid dan prospek pengembangan yang luas di bidang komunikasi budaya.

Baca Juga: Universitas Tanjungpura dan Perguruan Tinggi China Perkuat Kerja Sama Pendidikan

Di saat yang sama, universitas itu sepenuhnya memanfaatkan karakteristik internasionalnya dalam mengelola sekolah-sekolah.

Universitas itu telah melakukan pertukaran dan hubungan kerja sama dengan 132 universitas di Asia Tenggara, termasuk pertukaran mahasiswa, pembangunan tim guru bersama, dan lembaga penelitian.

Memasuki Pusat Komoditas Khusus China-ASEAN di Kawasan Logistik Internasional Nanning China-Singapura, pengunjung dapat melihat berbagai macam produk khusus seperti kopi luwak Indonesia, minyak kelapa Vietnam, dan bumbu-bumbu Thailand.

Baca Juga: Mobil listrik Baru Neta Bakal Berkontribusi Kurangi Emisi Karbon di Indonesia

Saat ini, pusat tersebut telah menyelesaikan pembangunan 17 ruang pameran bertema luring dan juga telah membangun platform digital bisnis-ke-bisnis (business-to-business/ B2B) dan bisnis-ke-konsumen (business-to-consumer/ B2C) daring.

Platform ini memiliki sekitar 5.000 jenis produk, yang mencakup makanan, kebutuhan sehari-hari, produk kesehatan, kosmetik, perabot, kerajinan tangan, dan kategori-kategori lainnya.

Foto menunjukkan produk kopi yang dipamerkan di Pusat Komoditas Khusus China-ASEAN di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (F. Xinhua/Zhao Huan)

“Di paviliun Indonesia di pusat ini, kita bisa melihat banyak produk Indonesia dan unsur budaya Indonesia. Dengan penguatan kerja sama antara Jawa Barat dan Guangxi, kami yakin produk-produk yang ada di sini akan semakin beragam, terutama makanan halal dari Jawa Barat,” kata Eni.

Baca Juga: Peran Perusahaan China di Balik Kesuksesan Proyek PLTS Ground-mounted Terbesar di Indonesia

Dia berharap dapat terus memanfaatkan platform provinsi kembar dan mekanisme kerja sama ini, untuk lebih lanjut memperkuat pertukaran budaya dan ekonomi antara kedua belah pihak.

Kerja sama kota kembar internasional tidak hanya merupakan saluran penting bagi pemerintah daerah China, untuk menjalin pertukaran dan kerja sama luar negeri, tetapi juga telah menjadi bagian integral dari hubungan bilateral China dengan negara-negara terkait.

Selama bertahun-tahun, Guangxi secara aktif mengeksplorasi sumber daya persahabatan tradisional, mengonsolidasikan persahabatan, memainkan perannya sebagai kota kembar, dan membangun platform untuk pertukaran antarmasyarakat.

Baca Juga: Neta akan Produksi Mobil Listrik Terbarunya, Neta X, di Bekasi

Hingga November 2024, Guangxi telah menjalin sebanyak 132 hubungan kota kembar dengan pihak-pihak daerah asal 40 negara di lima benua, menempati peringkat top di China. Dari seluruh hubungan tersebut, sebanyak 61 kota kembar dijalin dengan negara-negara ASEAN. (amr/ xinhua-news.com)