Kabut Asap Pekat di Tarempa, Dinkes Anambas Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar

ANAMBAS (Kepri.co.id) – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kepulauan Anambas, mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, saat kondisi kabut asap semakin pekat di Tarempa, Minggu (13/9/2026).

Plt Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Kepulauan Anambas, Feri Oktavia SKM MPH, mengatakan, imbauan tersebut telah disampaikan melalui surat edaran.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan menyampaikan pesan kepada masyarakat melalui videotron, agar menghindari aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap berlangsung.

Menurut Feri, masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker. Langkah tersebut, menjadi salah satu upaya mengurangi paparan partikel yang terdapat dalam kabut asap.

“Kalaupun harus ke luar, gunakan masker. Kemudian, apabila mengalami keluhan kesehatan, silakan datang ke fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Feri.

Anak-anak Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Feri menjelaskan, paparan kabut asap perlu menjadi perhatian, karena asap dapat mengandung partikel-partikel halus. Partikel tersebut, dapat masuk ke saluran pernapasan, terutama ketika kondisi asap semakin pekat.

Karena itu, imbauan mengurangi aktivitas di luar ruangan tidak hanya ditujukan kepada anak-anak. Orang dewasa juga diminta, melakukan langkah serupa selama kondisi kabut asap masih terjadi.

“Memang bukan hanya anak-anak. Kita sebagai orang dewasa juga sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan, ketika kondisi kabut asap seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan. Feri secara khusus menyebut, keluhan seperti sesak di dada sebagai kondisi yang perlu mendapat perhatian.

Ia menegaskan, Dinkes PPKB tidak menjadi pihak yang menentukan kategori kualitas udara. Pemantauan kualitas udara secara keseluruhan, merupakan ranah Dinas Lingkungan Hidup.

Namun, Dinas Kesehatan berperan memberikan imbauan berdasarkan potensi dampak kesehatan, dapat muncul akibat paparan asap.

Masker Biasa Masih Dianjurkan

Terkait jenis pelindung pernapasan, Feri mengatakan, masyarakat untuk sementara masih dianjurkan menggunakan masker biasa, ketika harus ke luar rumah.

Menurut dia, penggunaan masker dengan perlindungan lebih tinggi seperti N95, biasanya dianjurkan dalam kondisi tertentu. Contohnya, ketika terdapat paparan butiran debu, seperti yang dapat terjadi akibat aktivitas gunung berapi.

“Kondisi seperti yang terjadi di Kalimantan atau ketika ada butiran debu, seperti akibat aktivitas gunung berapi, memang dianjurkan menggunakan masker N95,” katanya.

Selain kabut asap, Feri meminta masyarakat memperhatikan persoalan kesehatan yang dapat muncul selama musim kemarau. Kondisi kekurangan air, perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu. Salah satunya adalah diare.

Selain itu, kebiasaan menampung air juga perlu diperhatikan, karena wadah yang tidak tertutup dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan meningkatkan risiko demam berdarah dengue (DBD).

Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya menjaga diri dari paparan asap. Pengelolaan tempat penampungan air, juga perlu dilakukan dengan baik selama musim kemarau.

Feri mengingatkan masyarakat, agar menghindari ke luar rumah, apabila tidak memiliki keperluan yang sangat penting selama kondisi kabut asap masih pekat. Namun, jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker tetap dianjurkan.

Dinas Kesehatan meminta masyarakat, segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar kabut asap.

Dengan kondisi cuaca dan kualitas udara yang dapat berubah, masyarakat diharapkan tetap memperhatikan kondisi tubuh dan mengurangi paparan apabila memungkinkan. (LS)