RIYADH (Kepri.co.id – Xinhua) – Arab Saudi pada Jumat (11/9/2026) mengumumkan penutupan Jalur Pipa Timur-Barat, sebagai langkah pencegahan setelah fasilitas tersebut menjadi sasaran sejumlah serangan sehari sebelumnya.
Kementerian Energi Arab Saudi dalam sebuah pernyataan mengatakan, serangan-serangan tersebut menargetkan jalur pipa di wilayah Riyadh tengah dan wilayah Madinah barat di negara tersebut, yang mengakibatkan sejumlah korban luka.
Tim darurat dan teknis segera merespons, mengamankan jalur pipa tersebut serta mengevaluasi keamanannya melalui koordinasi dengan otoritas terkait, imbuh kementerian tersebut.
Arab Saudi berinvestasi dalam skala besar pada Jalur Pipa Timur-Barat, yang mengalirkan minyak mentah dari ladang-ladang minyak di wilayah timur negara itu menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah, guna menghindari Selat Hormuz.
Situs-situs sipil dan energi Arab Saudi telah berulang kali menjadi sasaran serangan kelompok Houthi baru-baru ini. Kelompok tersebut menyatakan bahwa serangan-serangan itu merupakan balasan atas serangan udara Arab Saudi di daerah-daerah yang berada di bawah kendali mereka di Yaman barat laut. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Houthi Yaman Sebut Pelayaran di Laut Merah “Tidak Terancam” Usai Kuasai Kota Pelabuhan Strategis
Houthi Yaman Klaim Tembak Jatuh Drone Arab Saudi, Kapal Tanker Laporkan Insiden di Laut Merah
Iran Minta Houthi Yaman Tutup Selat Bab el-Mandeb jika AS Serang Pembangkit Listrik
Pemimpin Houthi Nyatakan Solidaritas dengan Iran, Siap Hadapi Segala Perkembangan







