Batam Masih Primadona Pengiriman PMI Ilegal, Satreskrim Polresta Barelang Ungkap Empat Kasus

Empat tersangka pengiriman PMI ilegal yang diungkap Unit VI Satreskrim Polresta Barelang dalam sepekan ini. (F. amr)

BATAM (Kepri.co.id) – Kedekatan Batam sebagai daerah perbatasan Singapura dan Malaysia, menjadikan Batam salah satu primadona pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke negara tetangga tersebut.

Buktinya, dalam kurun waktu sepekan ini saja, Unit VI Satreskrim Polresta Barelang berhasil mengungkap empat kasus tindak pidana pengiriman (PMI) non prosedural.

Baca Juga: F1QR Lantamal IV Gagalkan Pemberangkatan 17 PMI Ilegal Tujuan Malaysia

Dari pengungkapan empat kasus tersebut, empat orang tersangka diamankan yakni EW (43), YL (39), MM (36), dan KS (42) beserta sejumlah barang bukti.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Budi Hartono, mengatakan, keempat tersangka berperan sebagai perekrut dan memberikan fasilitasi tiket dari daerah asal, penjemputan di bandara, tempat penampungan, serta bertanggung jawab atas kebutuhan calon PMI ilegal selama di Kota Batam.

Dikatakan Kompol Budi, untuk Laporan Polisi (LP) yang pertama yakni terjadi Rabu (7/6/2023) di Perumahan Bukit Raya Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

“Di lokasi ini, kita berhasil mengamankan tersangka berinisial EW (43) dan satu orang calon PMI ilegal berinisial SM (31) asal Jawa Timur, yang akan diberangkatkan ke Singapura melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre,” ujar Kompol Budi, Selasa (13/6/2023).

Pengakuan tersangka, calon PMI ilegal berinisial SM (31) akan bekerja di Singapura sebagai asisten rumah tangga dengan diiming-imingi gaji 635 SGD (dolar Singapura) atau bekisar Rp6.350.000.

Selanjutnya, Jumat (9/6/2023) Unit VI Satreskrim Polresta Barelang berhasil mengungkap tiga Laporan Polisi (LP) sekaligus, dalam kasus tindak pidana pengiriman calon PMI non prosedural.

“Dalam pengungkapan ini, kita mengamankan tersangka berinisial YL (39) dan satu orang calon PMI ilegal inisial SB (45) asal Jawa Barat, di tempat penampungan yang beralamat di Perumahan Greenland Batam Center,” ujar Kompol Budi.

Kemudian, Unit VI Satreskrim Polresta Barelang mengamankan tersangka berinisial MM (36) dan dua orang calon PMI ilegal asal Lampung dan Lumajang, di tempat penampungan di Bida Asri III Kecamatan Nongsa.

Terakhir, tim gabungan terdiri Polsek Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) dan Polsek Kawasan Bandara Hang Nadim, berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial KS (42) serta dua orang calon PMI ilegal di parkiran Bandara Hang Nadim Batam.

“Para calon PMI ilegal ini, akan diberangkatkan ke negara tujuan Singapura-Malaysia, melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre,” paparnya.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 81 Juncto Pasal 83 Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sebagaimana diubah dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana 10 tahun penjara dan denda Rp15 miliar. (amr)