Raja Melayu Terbaik

Raja Melayu Terbaik
Ilustrasi

Penulis: Suqyan Rahmat alias Abang Mat
Peminat Sejarah dan Penggiat Sosial

SUKU Melayu telah menghasilkan begitu banyak raja dalam sejarahnya. Mulai dari raja-raja di timur Sumatera, di Riau, sampai di utara Borneo. Siapakah raja Melayu terbaik dalam sejarah?… tentu tidak gampang memilihnya.

Tapi, dalam pandangan saya, raja Melayu terbaik adalah Sultan Omar Ali Syaifuddin III. Beliau adalah Sultan Brunei ke-28, ayahanda dari Sultan Hassanal Bolkiah Muizzaddin Waddaulah.

Saya menganggapnya raja terbaik, karena beliau orang yang cerdas. Beliau telah membuat keputusan yang benar di kala negaranya sedang berada dalam keadaan genting.

Penolakannya terhadap penggabungan Brunei ke Malaysia, telah menjadi satu pengajaran penting untuk semua politisi di negara dunia ketiga. Bahwa, tak ada yang instan untuk mencapai kejayaan, semua ada tahap-tahapnya.

Beliau tidak tergiur dengan ajakan Tengku Abdurrahman untuk menjadi raja di negara yang lebih besar dan lebih banyak rakyatnya. Hasilnya, Brunei sekarang adalah salah satu negara terkaya di dunia.

Berdasarkan pendapatan perkapita, Brunei adalah yang kelima terkaya di dunia. Semua hutan Brunei juga terawat dengan sangat baik. Begitu juga dengan semua satwa penghuninya yang hidup aman dan bahagia.

Bagi beliau, percuma bergabung dengan Malaysia, kalau beliau harus menunggu giliran untuk menjadi kepala negara. Itupun hanya selama lima tahun dan sekali seumur hidup.

Lebih baik menjadi kepala negara di wilayahnya yang kecil, tapi bebas kapan beliau mau turun tahta. Umpamanya seperti seseorang yang tak mau bekerja di perusahaan besar, karena lebih menyukai menjadi bos di perusahaannya yang kecil.

Beliau tidak merasa lemah hanya karena wilayah negaranya kecil. Beliau juga tidak menuntut Sarawak dan Sabah kembali menjadi wilayahnya.

Meskipun dilihat dari sisi sejarah dan kelayakan, Sarawak dan Sabah memang selayaknya menjadi wilayahnya Brunei, daripada menjadi wilayahnya Malaysia. Sekarang, masyarakat Sarawak dan Sabah sering menyesal telah menjadi bagian dari bangsa Malaysia.

Bagi beliau, yang penting adalah berkuasa penuh di wilayahnya, walau sekecil apapun wilayahnya. Beliau tak terpengaruh membuat ibukotanya banyak dipenuhi gedung-gedung tinggi seperti di Malaya, selama semua rakyatnya hidup berkelimpahan dan wilayahnya berdaulat.

Sama seperti raja-raja di Qatar dan Luxemburg. Yang sama-sama berkuasa penuh demi kejayaan bangsanya.

Pada hari ini, Brunei adalah satu-satunya kesultanan Melayu termujur di dunia, bahkan kesultanan termujur di Asia Tenggara. Sebab, masih hidup 100%.

Tak seperti kesultanan-kesultanan di Malaya, yang telah banyak kehilangan nyawanya. Atau bahkan seperti kesultanan Siak di Indonesia yang mati total. Inilah pentingnya mempunyai pemimpin yang cerdas, demi menyelamatkan kehidupan bangsanya. ***


Sekilas Abang Mat:
Penulis adalah anak pertama dalam keluarganya. I will adalah lagu The Beatles kegemarannya.

***) Semua isi opini ini tanggung jawab penulis, bukan sikap redaksi.