HANOI (Kepri.co.id – Xinhua) – Konsumsi domestik Vietnam diperkirakan akan melemah di tengah ketidakpastian yang dihadapi konsumen dan perubahan tren belanja, lansir Vietnam News pada Selasa (9/7/2024) mengutip sejumlah pelaku industri dan ekonom.
Dang Thuy Ha, yang menjabat Direktur Riset Perilaku Konsumen di NielsenIQ Vietnam, sebuah perusahaan riset pasar yang berbasis di Ho Chi Minh City, mengutip sebuah laporan yang menunjukkan, pada kuartal pertama (Q1) tahun 2024 ini, 62 persen konsumen Vietnam memilih lebih sering memasak di rumah dan memperketat pengeluaran untuk barang-barang nonesensial.
Baca Juga: Investasi Asing di Vietnam Periode Januari-Mei 2024 Sentuh Angka Tertinggi
Sekitar 50 persen konsumen mengurangi pembelian barang-barang mewah, lebih dari 30 persen menunda pengeluaran bernilai tinggi, dan sekitar 40 persen membelanjakan uangnya dengan lebih hati-hati, papar laporan tersebut.
Ha mengatakan, konsumen merasa perlu berhati-hati mengatur kebiasaan berbelanja dengan adanya berbagai kesulitan ekonomi yang melanda saat ini. Situasi ini, kemungkinan besar akan berlangsung selama setidaknya enam bulan hingga satu tahun ke depan.
Nguyen Phuong Nga dari Kantar Vietnam, sebuah perusahaan riset pasar yang berbasis di Ho Chi Minh City, menuturkan, konsumen kini berbelanja dengan frekuensi lebih rendah. Tetapi, menggunakan lebih banyak jalur, dengan rata-rata pengeluaran per pembelian mengalami peningkatan, sehingga menarik dan mempertahankan konsumen menjadi sangat penting.
Total pendapatan layanan konsumen dan penjualan retail barang Vietnam meningkat 8,6 persen secara tahunan (year on year) pada enam bulan pertama tahun 2024 ini, menjadi lebih dari 3,09 kuadriliun Dong Vietnam (100 Dong Vietnam = Rp63), atau sekitar 121,39 miliar Dolar AS (1 Dolar AS = Rp16.281), menurut data terbaru dari Kantor Statistik Umum Vietnam. (asa/ xinhua-news.com)







