Pelaku Industri Jerman: Kolaborasi AI-Manusia jadi Inti dari Logistik Masa Depan, Bukan Automasi

Pelaku Industri Jerman: Kolaborasi AI-Manusia jadi Inti dari Logistik Masa Depan, Bukan Automasi
Seorang pengunjung Transport Logistic 2025 menguji kecerdasan buatan robot anjing di di Munich, Jerman, Kamis (5/6/2025). (F. Xinhua)

MUNICH (Kepri.co.id – Xinhua) – Pada ajang Transport Logistic 2025, pameran internasional untuk logistik, mobilitas, teknologi informasi (TI), dan manajemen rantai pasokan yang berakhir pada Kamis (5/6/2025) di Munich, Jerman, salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Spot, robot anjing berwarna kuning.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Munich, Jerman. (XHTV)

Robot ini awalnya dikembangkan oleh Boston Dynamics dan telah diadaptasi oleh Fraunhofer Institute for Material Flow and Logistics (IML) di Jerman, untuk digunakan dalam operasional kargo udara.

“Robot ini kami latih dengan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), untuk mendeteksi palet tertentu yang kita temukan di gudang kargo udara, dengan cara yang tidak beraturan,” ujar Manuel Wehner, peneliti di Fraunhofer Institute for Material Flow and Logistics (Fraunhofer IML).

“Anjing robot ini ditugaskan melakukan patroli secara otonomos. Robot ini mampu menemukan jalurnya sendiri setiap kali kita menugaskannya, dan dia mendeteksi palet tertentu yang telah kita ajarkan padanya untuk diidentifikasi. Kemudian dia mendekati palet tersebut, dan menggunakan lengan robotnya, memindai kode batang serta mengirimkan informasi itu ke perangkat lunak kendali terpusat, yang kemudian mengirim robot-robot lain untuk melanjutkan tugas tersebut.”

Wehner menjelaskan, AI dalam sistem ini mendukung tiga fungsi utama yaitu mengenali pola kargo, mengoptimalkan operasional armada robot, dan memungkinkan manajemen gudang yang prediktif.

Peran Spot mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam sektor logistik. Kecerdasan buatan tengah mengubah automasi gudang, optimasi rute, dan pengiriman.

Sebuah survei terbaru oleh Messe Muenchen GmbH, penyelenggara pameran yang berlangsung selama empat hari itu, mengungkapkan bahwa sekitar 54 persen peserta pameran tahun ini telah mengadopsi AI, terutama dalam administrasi, layanan pelanggan, dan pengendalian. Di Jerman, dua pertiga responden dilaporkan telah menggunakan AI dalam beberapa hal.

Namun, meskipun peran AI dalam sektor logistik terus berkembang, 60 persen responden survei Messe Muenchen GmbH, tetap menyebut keahlian manusia sebagai faktor paling krusial untuk kesuksesan.

“Pada akhirnya, ini tetap tentang manusia, dan logistik merupakan bisnis yang berpusat pada manusia. Jika ada kecerdasan buatan yang bisa membantu dalam tugas-tugas dasar sehari-hari, Anda akan punya lebih banyak waktu untuk melakukan hal lainnya,” ujar Robert Schoenberger, pemimpin industri global di Messe Muenchen GmbH. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Menengok Aksi Robot Anjing Polisi saat Bantu Patroli Jalan di China Barat Daya

Canggih! Anjing Robot Lakukan Pemeriksaan Gardu Listrik di China Selatan

Lomba Setengah Maraton Pertama untuk Robot Humanoid Dibuka di Beijing

Untuk Pertama Kalinya, Robot Humanoid Bekerja sebagai Tim di Pabrik Mobil China

Bio-robot Dorong Industri Perikanan dan Akuakultur di China

Menilik Fasilitas Pelatihan Robot Humanoid di Shanghai, China

Menengok Robot Humanoid Buatan China Berinteraksi di Ajang MWC 2025

Robot Berbentuk Bola Ikut Patroli Polisi di Wenzhou, China Timur

Menengok Aksi Robot Konstruksi dalam Kompetisi di Chongqing, China

Mengintip Kolaborasi Robot Humanoid dan Kendaraan Otonomos di Fasilitas Logistik Terotomatisasi

China Luncurkan Robot “Ahli Kimia” yang Siap Memacu Transformasi Laboratorium Sains

Startup Kendaraan Swakemudi China Rilis Robotaxi

Ilmuwan China Kembangkan Robot Humanoid dengan Ekspresi Wajah yang Realistis

Operasi Robotik Jarak Jauh Sukses Dilakukan di Xinjiang oleh Dokter Bedah Berjarak 5.000 Km