LMI dan KTH Tanam 1.000 Pohon Buah, Lestarikan Hutan Serta Buahnya Bisa Dikonsumsi

Perwakilan LMI Kepri, Heri Abuhusna bersama relawan menanam pohon buah di kawasan hutan produktif di Bukit Senimba Temiang, Selasa (7/3/3023). (F. now)

BATAM (Kepri.co.id) – Lembaga Manajemen Infak (LMI) dan Kelompok Tani Hutan (KTH), boleh tahan. Kolaborasi LMI dan KTH ini, menanam 1 000 pohon buah di Bukit Senimba Temiang, Batam.

Penanaman pohon buah di hutan produktif seluas 10 hektare ini, selain untuk menghijaukan hutan Batam, sekaligus buahnya bisa dikonsumsi .

jenis pohon yang ditanam mulai dari durian, kelengkeng, mangga, pohon petai, dan lainnya

Perwakilan LMI Kepulauan Riau, Heri Abuhusna, menjelaskan, pembentukan hutan produktif di Kota Batam merupakan kegiatan rutin yang sudah terlaksana sejak 2020 hingga sekarang.

BACA JUGA:   Wakapolri Komjen Agus Dianugerahi Gelar Datok Seri Sakti Bhayangkara Utama

Yakni memanfaatkan kawasan atau lahan hutan yang sering mengalami kebakaran. Bahkan, saat ini sudah ada 300 pohon yang sudah ditanam dari 1.000 pohon yang menjadi target penanaman.

“Kami dari tahun 2020 menanam pohon dan rutin melakukan perawata, hingga bisa tumbuh sampai sekarang,” ujar Heri, Selasa (7/3/2023).

Heri mengungkapkan, aksi tanam pohon merupakan bentuk kepedulian kepada alam, sekaligus untuk ekonomi masyarakat setempat.

BACA JUGA:   Gubernur Ansar Terima Penghargaan Pembina Kabupaten/ Kota Peduli HAM

Melalui pohon yang di tanam ini, ucap Heri, dapat menghasilkan buah dan diharapkan penanaman pohon di lahan seluas 10 hektare ini, akan dapat menyejahterakan warga sekitar.

“Ibarat satu pohon bisa panen dan dihargai Rp500 ribu, kemudian dikalikan dengan jumlah seluruh pohon. Ini tentu bisa mensejahterakan masyarakat sekitar,” ujar Heri.

Dikatakan Heri, dalam pemberdayaan dan perawatan pohon buah di hutan ini, dikerjakan dua orang relawan. Namun hanya satu orang saja, setiap harinya bisa merawat hutan produktif, sedangkan yang lain hanya dua kali seminggu.

BACA JUGA:   KPU Natuna Terima Logistik Pemilu 2024

“Kurangnya tenaga kerja di Hutan Produktif di Bukit Senimba Temiang menjadi salah satu kendala perawatan hutan,” ungkap Heri. (now)