JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Banjir dan tanah longsor yang baru-baru ini melanda tiga provinsi di Sumatera telah mengakibatkan 712 orang tewas dan 507 lainnya hilang. Pemerintah Provinsi Aceh telah menetapkan status darurat bencana, untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan darurat.
Pada 2 Desember, Sany Indonesia segera mengerahkan sembilan ekskavator ke daerah terdampak untuk ikut dalam operasi penyelamatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI) menyatakan, banjir telah memaksa sekitar 1,1 juta jiwa mengungsi di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Meski helikopter dan perahu telah dikerahkan untuk operasi penyelamatan, cuaca buruk dan infrastruktur yang rusak terus menghambat progres. Saat ini, terdapat kebutuhan yang mendesak untuk membersihkan jalur untuk operasi bantuan yang menyelamatkan nyawa.
Menanggapi permintaan bantuan penanggulangan bencana dari BNPB, Sany Indonesia menjalin kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) RI untuk segera memobilisasi sembilan ekskavator.
Mesin-mesin itu dikerahkan semalaman ke area-area yang paling parah terdampak di Aceh, termasuk Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie Jaya, serta daerah-daerah terdampak di Sumatera Utara, seperti Tapanuli Selatan dan lokasi lainnya, untuk mendukung upaya penanggulangan bencana.

Kepala Sany Indonesia, Li Dao, menyampaikan, “Kerusakan infrastruktur yang parah di daerah-daerah terdampak, ditambah terganggunya transportasi di banyak lokasi, telah menimbulkan tantangan signifikan bagi operasi penyelamatan. Sembilan ekskavator yang dikerahkan Sany Indonesia, membantu tim penyelamat lokal membersihkan puing-puing, material longsor, dan memulihkan akses jalan guna memastikan pengiriman pasokan bantuan yang tepat waktu dan kemajuan upaya evakuasi.”
“Selain itu, mengingat kondisi lapangan yang berubah dengan cepat, Sany Indonesia telah mengalokasikan suku cadang dan material dari gudang-gudang lokal di Aceh Tengah dan Aceh Tenggara ke area bencana. Hal ini memastikan, peralatan penyelamat dapat beroperasi secara kontinu dan efisien tanpa terhambat oleh kekurangan material. Kami juga terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang sedang berlangsung dengan pemasok peralatan dan mesin di dan sekitar area terdampak, untuk memberikan dukungan berkelanjutan guna mempercepat proses pemulihan,” imbuhnya.
Sebagai anggota komunitas industri di Indonesia, Sany Indonesia berkomitmen mendukung respons darurat dan upaya pemulihan pascabencana, melalui pengerahan peralatan berat, bantuan logistik, dan koordinasi di lapangan.

“Dalam masa sulit ini, kami meyakini, kolaborasi merupakan kekuatan inti membantu warga terdampak di Sumatera untuk mengatasi krisis ini. Kami akan terus memantau situasi tersebut, berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait, dan memberikan pembaruan rutin terkait progres upaya bantuan,” demikian ditekankan Li Dao. (hen/ xinhua-news.com)







