Indonesia Marowali Gandeng Perguruan Tinggi di Sulawesi Program Beasiswa S2 ke China

PT IMIP bersama empat perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang industri di Politeknik ATI Makassar, Kamis (3/5/2024). (Sumber: PT IMIP)

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), yang terafiliasi dengan raksasa produsen nikel asal China Tsingshan Group, belum lama ini menandatangani serangkaian kerja sama dengan empat perguruan tinggi di Sulawesi untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang industri.

Perusahaan tersebut juga mengirim puluhan karyawan, melanjutkan studi S2 (Magister) ke China tahun ini.

Empat perguruan tinggi yang terlibat dalam kerja sama ini di antaranya Universitas Hasanuddin, Universitas Tadulako, Politeknik ATI Makassar, dan Politeknik Industri Logam Morowali, serta berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (RI), bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI.

Kerja sama ini memungkinkan mahasiswa dari empat perguruan tinggi tersebut, melaksanakan program magang dan berkesempatan direkrut menjadi karyawan bekerja di kawasan industri IMIP.

Hal ini mendapat sambutan positif dari Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaludin Jompa yang menyebut, kerja sama perguruan tinggi dengan pelaku industri, untuk menciptakan SDM yang unggul dan berkualitas perlu ditingkatkan.

IMIP memandang kemampuan di bidang energi terbarukan, menjadi salah satu hal penting di masa depan seiring masuknya energi baru terbarukan ke dalam klaster kawasan industri tersebut.

Salah satu penyewa (tenan) di kawasan industri IMIP, yaitu QMB New Energy Materials, mengolah nikel menjadi baterai kendaraan listrik.

Dalam acara terpisah baru-baru ini, IMIP juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan tenan di kawasan industri tersebut, mengirim puluhan karyawan melanjutkan studi ke China.
Tujuannya, untuk meningkatkan kapasitas pekerja menghadapi berbagai perubahan teknologi dan transisi energi di masa mendatang.

Total sudah ada 552 karyawan yang mendapatkan beasiswa pendidikan di dalam maupun luar negeri. Beberapa di antaranya, telah diberikan melanjutkan studi S2, utamanya di bidang ilmu metalurgi.

“Tahun ini ada 53 orang mahasiswa Indonesia atau calon karyawan kuliah S2 Jurusan Metalurgi di China, dibiayai perusahaan yang berada di dalam Kawasan Industri IMIP, yakni PT QMB dan PT Huayue Nickel Cobalt (HYNC),” ungkap Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pelatihan PT IMIP, Achmanto Mendatu seperti dikutip dari keterangan resminya.

Selain itu, IMIP juga menjalin kerja sama dengan Universitas Wenzhou, menyediakan program-program peningkatan kemampuan karyawan dalam berbahasa Mandarin, dan mengikuti pendidikan untuk melakukan riset teknologi industri di China. (asa/ xinhua-news.com)