SHENZHEN (Kepri.co.id – Xinhua) – Perusahaan otomotif asal China, BYD, melaporkan lonjakan penjualan kendaraan energi baru (new energy vehicle/ NEV) sebesar 41,26 persen secara tahunan (year on year/ yoy) menjadi lebih dari 4,27 juta unit tahun 2024.
Demikian disampaikan perusahaan tersebut. dalam pengajuan dokumen (filing) ke Bursa Efek Shenzhen pada Rabu (1/1/2025).
Baca Juga: Belum Genap Setahun, Mobil Listrik BYD Miliki Puluhan Diler di Indonesia
Kendaraan penumpang mendominasi portofolio NEV perusahaan itu, dengan penjualan mencapai sebanyak 4,25 juta unit, naik 41,07 persen dari tahun sebelumnya, kata pihak perusahaan.
Secara rinci, penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) sepenuhnya mencapai lebih dari 1,76 juta unit atau naik 12,08 persen (yoy), sementara kendaraan plug-in hybrid (PHEV) melonjak 72,83 persen menjadi sekitar 2,49 juta unit.
Baca Juga: Ratusan Pengguna Gabung Komunitas Mobil Listrik BYD di Indonesia
Sementara itu, penjualan NEV penumpang BYD di luar negeri naik sekitar 71,9 persen (yoy) menjadi 417.200 unit tahun lalu, menyoroti semakin meluasnya kehadiran perusahaan itu di pasar internasional.
BYD merupakan salah satu dari sekian banyak produsen NEV yang mencatatkan penjualan pesat setelah China, yang memiliki jumlah kendaraan bermotor terbesar di dunia, terus melanjutkan transisinya menuju teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: BYD Serah Terima 1.000 Mobil Listrik untuk Pembeli di Indonesia
Produsen-produsen mobil China menjual lebih dari 11,26 juta NEV dalam 11 bulan pertama tahun 2024, naik sekitar 35,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Asosiasi Manufaktur Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers/ CAAM).
Seiring dengan upaya mengatasi perubahan iklim menjadi prioritas global, NEV memainkan peran penting mengurangi emisi karbon di sektor transportasi.
Baca Juga: BYD Jual Lebih dari 13.000 Unit Mobil Listrik di Indonesia dalam 5 Bulan
Menurut Badan Energi Internasional (International Energy Agency/ IEA), penjualan global NEV harus mencapai 45 juta unit pada tahun 2030, untuk memenuhi target netralitas karbon. (amr/ xinhua-news.com)







