KARIMUN, Kepri.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun merilis laporan Berita Resmi Statistik, mengenai Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Pada September 2026, Kabupaten Karimun mencatatkan tingkat inflasi tahunan (Year-on-Year/ y-on-y) sebesar 1,63 persen dengan IHK sebesar 110,34.
Angka ini, merupakan inflasi tahunan terendah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dibandingkan Kota Batam (3,65 persen) dan Kota Tanjungpinang (3,76 persen).
Meskipun secara tahunan mencatatkan angka terendah, inflasi bulanan (Month-to-Month/ m-to-m) Kabupaten Karimun pada September 2026, tercatat sebesar 0,54 persen, yang merupakan inflasi bulanan tertinggi di wilayah Kepri.
Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (Year-to-Date/ y-to-d) hingga September 2026 berada di angka 0,94 persen.
Kepala BPS Kabupaten Karimun, Lulus Haryono, menyampaikan, dinamika harga kebutuhan pokok menjadi faktor utama penggerak inflasi bulanan di wilayah ini.
“Kenaikan harga daging ayam ras penyumbang inflasi bulanan terbesar, dengan andil 0,15 persen. Hal ini dipicu, peningkatan permintaan masyarakat, bertepatan dengan kenaikan harga pakan ternak dan Day Old Chicken (DOC),” jelasnya.
Selain daging ayam ras, komoditas hortikultura seperti cabai merah dan bawang merah, turut mendorong inflasi, masing-masing sebesar 0,14 persen dan 0,08 persen.
Kenaikan ini, utamanya disebabkan penurunan produksi di sejumlah daerah sentra penghasil.
Dilihat dari kelompok pengeluaran secara tahunan (y-on-y), inflasi tertinggi disumbang kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/ Restoran yang melonjak, sebesar 5,09 persen dengan andil terhadap total inflasi sebesar 0,36 persen.
Meski sebagian besar harga kebutuhan mengalami kenaikan, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga, berhasil menahan laju inflasi lebih tinggi.
Sayuran seperti kacang panjang dan kangkung, memberikan andil deflasi bulanan terbesar, masing-masing sebesar 0,06 persen dan 0,05 persen.
Secara kelompok pengeluaran tahunan, kelompok Kesehatan serta kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya turut mencatatkan deflasi masing-masing sebesar 0,82 persen dan 0,62 persen.
BPS Kabupaten Karimun akan terus memantau perkembangan harga komoditas di pasar, untuk memberikan data yang akurat, guna mendukung pengambilan kebijakan perbaikan ekonomi daerah. (enl)
BERITA TERKAIT:
Bupati Karimun Iskandarsyah Jamin Pasokan BBM Pulau Terluar, Kebut Pembangunan SPBU Satu Harga







