Temui Mendag, Bupati Natuna Tegaskan Pentingnya Stabilitas Pasokan Pangan di Wilayah Kepulauan

NATUNA (Kepri.co.id) – Persoalan ketersediaan dan distribusi bahan kebutuhan pokok di daerah kepulauan terluar kembali menjadi sorotan.

​Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menemui Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Pertemuan strategis ini secara khusus membahas upaya memperlancar distribusi bahan pangan dari luar daerah menuju Kabupaten Natuna.

​Pemerintah Daerah (Pemda) berharap, akses masuk barang kebutuhan pokok ke wilayah perbatasan tersebut dapat dipermudah. Hal ini krusial, untuk memastikan pasokan tetap stabil dan harga komoditas tidak membebani daya beli masyarakat setempat.

​Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan, kelancaran pasokan pangan di wilayahnya tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa.

​”Urusan perut tidak ada toleransi,” tegas Cen Sui Lan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (15/9/2026).

​Tantangan Geografis dan Rantai Pasok

​Sebagai wilayah kepulauan, Kabupaten Natuna memiliki tantangan geografis yang spesifik. Sekitar 98 persen wilayahnya merupakan lautan, sementara daratan hanya mencakup 2 persen.

Kondisi ini, membuat pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah, melalui jalur transportasi laut.

​Komoditas utama seperti beras, bawang, cabai, dan kebutuhan sehari-hari lainnya harus melewati rantai distribusi yang panjang.

Akibatnya, keterlambatan jadwal kapal atau gangguan cuaca, dapat langsung memicu kelangkaan stok dan lonjakan harga di pasar-pasar tradisional Natuna.

​Berbeda dengan wilayah daratan yang memiliki banyak jalur alternatif, keterbatasan opsi logistik di Natuna, membuat wilayah ini sangat rentan terhadap gangguan rantai pasok sekecil apa pun.

​Oleh karena itu, Cen Sui Lan meminta, agar pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan memberikan atensi khusus terhadap karakteristik Natuna sebagai wilayah kepulauan, sekaligus beranda terdepan Indonesia.

​Dukung Program Makan Bergizi Gratis

​Lebih lanjut, stabilitas pasokan pangan di Natuna juga berkaitan erat dengan kesuksesan pelaksanaan program nasional makan bergizi gratis (MBG).

​Program tersebut, membutuhkan pasokan bahan baku yang konsisten dan memadai, guna memenuhi kebutuhan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Natuna.

Dengan kata lain, kelancaran distribusi logistik tidak hanya menopang aktivitas ekonomi warga, tetapi juga menjamin pemenuhan gizi anak-anak di daerah perbatasan.

​Menanggapi hasil diskusinya dengan Mendag Budi Santoso, Cen Sui Lan menyebutkan, pertemuan berjalan positif. Namun, ia menyikapi proses selanjutnya dengan penuh kehati-hatian.

​”Mari kita doakan, agar apa yang kita harapkan dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

​Bagi masyarakat kepulauan, ketahanan pangan mencakup banyak dimensi, mulai dari ketersediaan barang, biaya logistik, ketepatan waktu, hingga daya beli.

Jarak geografis Natuna yang berada di ujung utara Indonesia, diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi warganya untuk mendapatkan hak dasar atas kebutuhan pokok yang terjangkau. (abed)