Sumut  

Kahanggi, Mora, dan Anak Boru Perantauan Parsarmaan Kurban 4 Ekor Sapi dan 3 Kambing

Putra/i Perantauan Parsarmaan se-Indonesia berkurban empat ekor sapi dan tiga kambing di Desa Parsarmaan, Kecamatan Portibi, Kabupaten Paluta, Sumatera Utara pada hari kedua Idul Adha 1444 H atau bertepatan Jumat (30/6/2023). (F. roji)

PALUTA (Kepri.co.id) – Persaudaraan putra/i perantau Desa Parsarmaan yang tergabung kahanggi, mora, dan anak boru seluruh Indonesia, berkurban empat ekor sapi dan tiga kambing di Desa Parsarmaan Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara pada hari kedua Idul Adha 1444 H bertepatan Jumat (30/6/2023).

Pemotongan hewan kurban ini, merupakan bentuk kepedulian para putra/i perantauan Parsarmaan se-Indonesia secara kompak berkurban di Bona Pasogit kampung halaman Desa Parsarmaan.

Baca Juga: Dua Rumah Panggung di Parsarmaan Terbakar Rata dengan Tanah

BACA JUGA:   Peringati Hari Santri, Wakil Bupati: Ponpes Benteng di Era Globalisasi

Ketua Panitia Kurban Perantauan Parsarmaan se-Indonesia, Prof Hasratuddin Siregar, mengatakan, tahun ini agenda besar perantau Parsarmaan memupuk kebersamaan antara sesama warga, juga antara warga dengan perantau melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Penyembelihan kurban putra/i perantauan Parsarmaan ini, pertama kali diadakan di Bona Pasogit Desa Parsarmaan.
“Alhamdulillah pelaksanaan kurban berjalan lancar dan sukses. Semoga tahun depan kita adakan lagi,” ujar Prof Hasratuddin Siregar.

BACA JUGA:   Kapolres Tapsel Halal Bihalal Bersama Ketua MUI, Tolong Didoakan supaya Tugas-Tugas Lancar
Putra/i Perantauan Parsarmaan makan bersama warga usai pemotongan hewan kurban pada hari kedua Idul Adha 1444 H atau bertepatan Jumat (30/6/2023). (F. roji)

Prof Hasratuddin Siregar menambahkan, berkurban bermakna sebagai bentuk ketaatan dan kepedulian ke masyarakat sekitar, maupun kampung halaman dengan istilah Paluta “manjampal tu luar mangalngei tu bagasan“.

Kurban bersama perantauan Parsarmaan ini, lanjut Prof Hasratuddin Siregar, membangun silaturahim sesama antara perantau dengan masyarakat desa dan menanamkan nilai-nilai ibadah kurban kepada masyarakat Parsarmaaan.

“Harapan kita, kegiatan ini terus berkesinambungan sampai ke anak cucu. Saya atas nama panitia, mengucapkan banyak terima kasih kepada kita semua, baik pekerja kurban dan seluruh masayarakat warga Parsarmaan,” pinta Prof Hasratuddin Siregar.

BACA JUGA:   Dua Pemkab MoU Bangun Gedung Mapolres Tapsel dan Mapolres Paluta

Pihaknya juga meminta maaf kepada seluruh perantau dan masyarakat, selama dalam pelaksanaan kegiatan tentu ada kekurangan dan pelayanan yang kurang berkenan di hati dan tindak-tanduk dalam segala hal.

Amatan media Kepri.co.id, masyarakat warga Desa Parsarmaan yang datang dan membawa kupon kurbannya, merasa gembira dan lega setelah mendapatkan porsi pembagian daging kurban. (roji)