Gubernur Lantik Hasan Pj Walikota Tanjungpinang

Kadis Kominfo Kepri, Hasan akan dilantik Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sebagai Penjabat Walikota Tanjungpinang di Gedung Daerah Kepri di Tanjungpinang, Kamis (1/9/2023). (F. now)

TANJUNGPINANG (Kepri.co.id) – Jika tidak ada aral melintang, Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad akan melantik Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kepri, Hasan sebagai Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang pada Kamis (21/9/2023).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Hasan selaku Pj Walikota Tanjungpinang ini, direncanakan berlangsung di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang.

“SK dari Mendagri sudah turun. Maka Pj Walikota akan dilantik,” kata Gubernur Ansar.

Berdasarkan surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Kemendagri RI tertanggal 7 September 2023, Hasan ditetapkan sebagai Pj Walikota Tpi. Hasan sebagai pengganti jabatan pejabat Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang.

“Yakni, atas pasangan Rahma dan Endang Abdullah, yang akan berakhir Kamis (21/9/2023) ini. Setelah itu, baru dilakukan pelantikan terhadap Pj Walikota Tanjungpinang di Gedung Daerah,” kata Gubernur Ansar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Pemprov Kepri, Hasan, mengatakan, sama sekali tidak ada pikiran hingga karirnya bisa menjadi Pj Walikota.

Jabatan Pj walikota sama dengan jabatan walikota definifif. Hak dan kewajibannya sama dengan walikota hasil pilkada. Maka ia bisa menganti Sekrataris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungpinang dan menganti kepala dinas.

Diketahui pemilihan Pj Walikota Tanjungpinang tersebut tidak rumit. Sebab sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad telah mengirim tiga usulan nama Pj Walikota Tanjungpinang ke Kemendagri.

Tiga nama itu di antaranya, Kadispora Kepri, M Ikhsan. Kemudian Kadiskominfo Kepri, Hasan dan Kepala ULP Kepri, Azwandi.

Usulan Gubernur dan Ketua DPRD Tanjungpinang, nama Hasan dua-duanya masuk. Sehingga, Kemendagri tidak sulit menentukan siapa yang layak memimpin Tanjungpinang.

Hasan mengaku setelah dilantik, dia mendapatkan tugas dari pemerintah pusat (Kemendagri).

Di antaranya, menjalankan roda pemerintahan daerah dengan baik, seperti yang sudah berjalan. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan sesuai kebijakan bersama.

Lalu, tugas kedua mengawal pemilihan Presiden, pemilihan legislatif, dan pemilihan kepala daerah (pilkada) agar berjalan baik. Pesta demokrasi yang disejalankan serentak, meskipun bulannya berbeda harus berjalan dengan baik.

Sebagai anak keturunan Tionghoa (ayahnya), ibunya orang Jawa (Kerawang) lahir di Tanjungpinang, hingga tamat SMA dan melanjutkan Kuliah Universitas Riau (Unri), tak pernah berpikir hingga dirinya bisa menjadi Pj Walikota Tanjungpinang.

Sedangkan orang tuanya, pernah berjualan kelontongan di Tanjungpinang, menjual sayur-mayur di Tanjungpinang. Atau jualan sayur-sayuran. Saat pelantikan nanti, tante dan pamannya dari Jakarta dan Singapura akan hadir.

Hasan juga menceritakan, saat kuliah, jurusan yang diambilnya, pun berbeda dengan anak-anak Tionghoa lainnya yang umumnya diajarkan cara berbisnis.

Hasan mengambil jurusan ilmu pemerintahan. Sedangkan temannya anak-anak Tionghoa pada umumnya mengambil jurusan ekonomi. Diajarkan bagaimana berbisnis dengan baik. Tetapi, ia justru mengambil jurusan ilmu pemerintahan yang berbeda dengan teman-temannya.

“Setelah tamat kuliah di Unri, kira-kira nganggur delapan bulan membantu orangtua berjualan. Kemudian ikut tes CPNS di Pemkab Bintan, dan lulus hingga sekarang menjadi abdi negara,” kenang Hasan.

Sambung Hasan, amanah yang sudah diberikan oleh Kemendagri, akan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Koordinasi dengan beberapa Kepala OPD ataupun kepala dinas di Pemko Tanjungpinang, sudah terjalin selama ini dengan baik. (now)