Kawasan Kuliner Tepi Laut Mulai Rawan Pencurian, Kontainer dan Gerobak UMKM Dibobol

TANJUNGPINANG, Kepri.co.id– Kawasan kuliner Tepi Laut Tanjungpinang mulai kurang nyaman, karena aksi pencurian.

Sejumlah kontainer usaha dan perlengkapan milik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dilaporkan menjadi sasaran pencurian dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir.

Kondisi ini, memunculkan kekhawatiran adanya pelaku, yang berulang-ulang beraksi di kawasan tersebut.

Salah seorang pedagang berinisial AA, mengaku, kontainer miliknya belum lama ini menjadi sasaran pencurian.

Nasib serupa juga dialami pedagang bandrek, Ujang, yang kehilangan sejumlah payung dagangan akibat digasak maling.

Aksi pencurian tersebut, tidak hanya menyasar tempat usaha para pedagang.
Sebuah rumah tua di kawasan Mess Koarmada I, yang disebut sebagai bekas kantor Marinir, juga dilaporkan menjadi sasaran pencurian.

Jika laporan tersebut benar, aksi pencurian yang terjadi di sejumlah titik ini, patut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Bahkan, pelaku diduga tidak memandang siapa pemilik bangunan maupun barang yang menjadi sasaran.

Keamanan Kawasan Dipertanyakan

Maraknya aksi pencurian, membuat para pedagang UMKM di kawasan Tepi Laut merasa khawatir.

Selain berjuang mencari nafkah, mereka kini harus menghadapi risiko kehilangan perlengkapan usaha, yang menjadi sumber penghasilan sehari-hari.

Bagi pedagang kecil, kehilangan kontainer, payung, maupun perlengkapan dagangan bukan sekadar kerugian materi.

Barang-barang tersebut, merupakan modal penting  mempertahankan usaha dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan, mengenai keamanan kawasan kuliner Tepi Laut, terutama pada malam hari, ketika sebagian tempat usaha mulai tutup dan aktivitas masyarakat berkurang.

Tingkatkan Patroli Pengawasan

Atas keresahan yang dirasakan pedagang, AA berharap, Polres Tanjungpinang meningkatkan patroli, melakukan penyelidikan, serta memperkuat pengawasan di titik-titik yang dilaporkan rawan pencurian.

Pengintaian dan pengumpulan informasi di lapangan, juga penting untuk mengungkap pelaku, termasuk menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antara sejumlah kejadian tersebut.

Para pedagang, kata AA, berharap, aparat kepolisian tidak menunggu sampai semakin banyak korban berjatuhan.

Langkah pencegahan dan penindakan diperlukan, agar kawasan kuliner Tepi Laut tetap aman bagi pedagang, maupun masyarakat yang berkunjung.

Keamanan kawasan bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap masyarakat kecil, yang menggantungkan hidup dari usaha kuliner.

“Jangan sampai pedagang yang berjuang mencari nafkah, justru terus dibayangi ketakutan akibat aksi pencurian,” ujar AA.

Jika laporan tersebut benar, aksi pencurian yang terjadi di sejumlah titik ini, patut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Keamanan Kawasan Dipertanyakan

Maraknya pencurian, membuat para pedagang UMKM di kawasan Tepi Laut merasa khawatir.

Selain berjuang mencari nafkah, mereka kini harus menghadapi risiko kehilangan perlengkapan usaha yang menjadi sumber penghasilan sehari-hari.

Situasi ini, kata AA, menimbulkan pertanyaan, mengenai keamanan kawasan kuliner Tepi Laut, terutama pada malam hari, ketika sebagian tempat usaha mulai tutup dan aktivitas masyarakat berkurang.

Menyikapi keresahan tersebut, saran AA, Polres Tanjungpinang meningkatkan patroli, melakukan penyelidikan, serta memperkuat pengawasan di titik-titik yang dilaporkan rawan pencurian.

Pengintaian dan pengumpulan informasi di lapangan penting, untuk mengungkap pelaku, termasuk menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antara sejumlah kejadian tersebut.

Para pedagang berharap, aparat kepolisian tidak menunggu sampai semakin banyak korban berjatuhan.

Langkah pencegahan dan penindakan diperlukan, agar kawasan kuliner Tepi Laut tetap aman bagi pedagang maupun masyarakat yang berkunjung.

“Keamanan kawasan bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap masyarakat kecil, yang menggantungkan hidup dari usaha kuliner,” ujar AA.

Jangan sampai pedagang yang berjuang mencari nafkah, lanjut AA, justru terus dibayangi ketakutan akibat aksi pencurian. (adji)

BERITA TERKAIT:

Direktur BUMD Tanjungpinang Disorot, Usai Terlibat Keributan dengan Pelaku UMKM

Sulap Kota Lama Tanjungpinang jadi Kawasan Heritage